Selasa, 04 April 2017

Ketika Liburan Para Santri Menjadi Tidak Berarti


Liburan………`oetlah…..happy vacation…….
Pasti kalian sangat menanti-nantikan momentum tersebut.dimana kita akan merefresh otak,serta bertemu teman,sanak keluarga,dan yang paling penting orang tua.namun,seringkali kita mengisi liburan,dengan suatu yang negatif.ntah itu untuk berpoya-poya,nongkrong-nongkrong bareng non mahram,bahkan ketemuan sama pacar itu hal yang tida boleh di lewatkan ketika liburan,bagi yang memiliki pacar untuk sma-sama melepas rindu,karena lama tida bertemu. Padahal pada hakekatnya,liburan itu adalah ajang untuk berdakwah,mengisi waktu dengan hal-hal yang postif,serta mengapresiasikan apa-apa yang telah kita pelajari di bumi jauhari ini(pesantren),agar menjadi cerminan yang positif di8 depan masyarakat. Jangan sampai waktu,tenaga,dan yang sudah keluar untuk sebuah liburan yang sia-sia. Ketika liburan,dalam sehari semalam tak terhitung lagi. Berapa banyak yang telah kita lakukan.ada pekerjaan yang berdampak positif. Seperti membantu orang tua,mengaji,shalat berjama`ah di masjid,dan lain-lain.namun,tak jarang pula kita melakukan pekerjaan yang berdampak negatif.seperti,menyibukkan diri dengan pacar.menggunakan gatget untuk hal-hal yang tak berguna,dan lain-lain. Jika sudah seperti ini berarti moment liburan sudah meleset dari makna aslinya . Untuk mengatasinya,apresiasikan tips-tips sederhana BERLIBUR YANG ISLAMI,TARBAWI,DAN MA`HADI. *memakai busana yang islami(menutup aurat) *mengisi waktu luang dengan hal-hal yang berguna *menghindari berintraksi langsung dengan non-mahram Soooo,isilah waktu libur mu dengan hal-hal yang berguna. Karena dengan begitu,kita akan selalu menemukan ruang kebebasan untuk berinisiatif membuat langkah dengan benar,agar liburan menjadi produktif dan bermakna

Di kutif dari buku majalah tengah tahunan QANITA(qiro`ah andalan nuansa islami)

Tidak ada komentar:
Write komentar