Senin, 15 Januari 2018

Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen 2018

ATAZ – Ahad (14/01). Pondok Pesantren Al Hidayah Al Mumtazah menggelar kegiatan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen (PKM) untuk santri kelas V, beberapa saat setelah mereka menyaksikan kakak kelasnya (kelas VI) menyelesaikan Laporan Pertanggung Jawaban ISMAM (Ikatan Santri Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah).
PKM ini dilaksanakan tepat sebelum para santri kelas V akan menggantikan kepengurusan sebelumnya dan menjabat sebagai pengurus organtri ISMAM. Acara PKM ini wajib diikuti oleh semua santri kelas V yang berjumlah 20 santri dengan rincian 15 santri dari gelombang tahun pendaftaran 2013, 4 santri yang datang dari gelombang tahun pendaftaran 2014 dan 1 santri dari gelombang tahun pendaftaran 2015.
Acara PKM ini berlangsung selama 2 hari sejak hari ahad hingga hari Senin ini (15/01). Tujuan dan sasaran kegiatan PKM ini tidak lain sebagai bekal teori dan dari keterampilan dasar kepemimpinan bagi calon pengurus baru ISMAM masa periode 2018-2019 yang nantinya akan mengayomi dan membantu Pesantren untuk membimbing para santri sebagai seorang organisator sehingga kedepannya para pengurus ini tidak bermain-main dan menyepelekan soal amanah.

Sabtu, 13 Januari 2018

Sidang LPJ Pengurus ISMAM Masa Khidmah 2017-2018

Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah malam ini (13/01)  tengah melangsungkan Sidang Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepada para pengurus Ikatan Santri Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah (ISMAM) masa khidmah 2017-2018.
Acara ini dibuka kepada semua santri untuk melihat dan menyaksikan poin-poin apa saja yang telah dicapai dan dilaksanakan oleh para pengurus ISMAM masa khidmah 2017-2018 selama satu tahun terakhir, sebelum pada akhirnya akan menyelesaikan masa jabatannya untuk digantikan dengan pengurus baru periode 2018-2019 oleh adik kelas mereka (kelas V).
Acara ini diselenggarakan secara terpisah baik putra maupun putri untuk lebih memfokuskan ruang lingkup dan tatanan kerja pengurus lama ini di hadapan adik adik santri lainnya. 
Selebihnya, LPJ ini disaksikan dan direview langsung oleh calon pengurus baru sehingga ada keseimbangan antara mereka para pengurus lama yang tengah melaporkan agenda agenda apa saja yang mereka sampaikan dan calon pengurus baru yang mereview langsung apakah laporan pertanggung jawaban dari apa yang selama satu tahun terakhir ini cocok dengan apa yang yang mereka saksikan selama ini kakak pengurus mereka menjabat. 
Acara Sidang LPJ ini digelar sangat meriah dan disambut baik oleh santri baru Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah. 
"Semoga kedepannya, LPJ ini bisa dijadikan referensi tambahan bagi calon pengurus baru untuk dapat bersinergi dan menjalankan amanah sesuai dengan prosedur dan kaedah yang wajib dilaksanakan dan tidak menyimpang dari sunnah sunnah pesantren"

Kamis, 07 Desember 2017

Rumah Impian


Oleh : Sandi Permana
Akhirnya aku memiliki rumah yang selama ini menghantui fikiranku selama 30 tahun silam ketika usia ku masih 10 tahun. Walaupun rumah ini tidak begitu mewah, tapi ini kudapat kan dengan uang hasil kerja keras ku sendiri. Hari ini adalah hari pertama aku menempati rumah ini, jadi barang-barang pun masih berantakan, aku bersama dengan istriku langsung membereskan barang-baran.

5 jam sudah aku dengan istriku membereskan rumah, dan akhirnya selesai juga. Aku bersama istriku terkulai lemas di sofa. "Akhirnya selesai juga," desah ku dengan suara ter engos-engos. Istriku mengangguk saja dengan mata tertutup.

Tiba-tiba aku teringat pesan-pesan ibuku sehingga air mataku tidak dapat terbendung lagi. Aku berusaha menahan air mata itu dengan menghirup udara panjang. "Huuuuuuuup... haaaaaahh." Hatiku mulai merasa tenang, dan air mataku tidak menetes lagi. "Ibu kini aku berhasil memiliki rumah impian kita," ucap ku di dalam hati. Ketika aku memejamkan mata, aku terbayang kenangan pahit 30 tahun yang lalu.

*****

Pagi itu waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi, ketika ayahku jatuh di kamar mandi. Nafas nya sesak dan tubuh nya tidak dapat bergerak. Bukan kali ini saja Ayah jatuh di kamar mandi, namun kali ini ayahku terlihat begitu parah, sehingga tubuhnya tidak bisa bergerak.

Saat itu masih belum ada puskesmas di kampung kami. Rumah sakit hanya ada di kota berjarak 10 KM, terpaksa ayah ku dirawat di rumah dengan obat-obatan seadanya. Keluargaku hanya tinggal di sebuah gubuk yang hanya beratap terpal dan dilapisi jerami. Ketika hujan, rumahku sering banjir karena atap rumahku banyak yang bocor. Setelah sehari kejadian yang menimpa ayahku, keesokannya, hujan turun begitu deras. Hingga membuat rumahku basah.

"Farid, cepat bawakan ibu ember," teriak ibu dengan wajah cemas.

"Iya bu," sontak Farid terkejut.

"Cepat Rid, kasihan bapak mu kena basah," kata ibu dengan wajah khawatir, sambil mengelap lantai yang terbuat dari bambu. Dengan segera, aku mengambil ember dan langsung ku tadah kan di tempat yang bocor itu. Ayahku hanya bisa melihat dari tempat berbaring nya sambil meneteskan air mata.
Suatu ketika, ibuku menyuruh aku kerumah pak de ku untuk meminta izin tinggal dirumah nya sementara waktu.

"Rid, kamu pergi kerumah pak de mu, ibu minta izin untuk tinggal dirumah nya untuk sementara waktu selama ayahmu sakit," kata ibu sambil menyentuh bahuku dengan mata yang berkaca-kaca.

Aku bergegas pergi kerumah pak de yang terletak di ujung kampung. kebetulan pak de sedang duduk santai didepan rumah nya. Tanpa basa-basi, aku langsung menyampaikan maksud kedatanganku, tanpa aku duga ternyata pak de menolak permohonan Ibu. "Maaf Rid. besok anak-anak pak de akan datang, kalau ibu sama ayahmu disini, ayah kamu bisa terganggu."

Aku pulang ke rumah dengan tangan hampa. Ibuku menunggu dengan harapan. "Bagaimana Rid? boleh tinggal di rumah pak de?" Tanya ibu dengan penuh harapan. Aku menggeleng dengan lemah. "Tidak bu, anak-anak pak de besok akan datang." Seketika, wajah Ibu terlihat sangat kecewa. "Sifat fikir pak de mu itu tidak pernah berubah, bahkan walaupun adiknya sakit parah," ujar ibu dengan suara bergetar. Ayah terpaksa dirawat yang selalu bocor itu.

Hari demi hari ter lewati, ayah pun tak kunjung sembuh, malah keadaannya makin parah. Satu minggu setelah ibu meminta izin pada pak de, tepat pada pukul lima pagi Ayah menghembuskan nafas terakhirnya. Ibu menjerit histeris. Aku pun tidak kalah kaget nya karena adalah anak tunggal dalam keluarga, hatiku merasa sangat terpukul dengan kepergian ayah.

Mendengar berita kematian adik nya, pak de terkejut. Ia minta maaf kepadaku dan juga Ibu. Namun Ibu tidak menyahut tanpa sepatah kata pun. Ketika malam hari, pada saat orang-orang berta'ziah sudah pulang. Ibu berpesan kepadaku, "Farid, ibu harap suatu hari nanti kamu jadi orang kaya dan punya rumah bagus. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi kepada keturunan kita," suara Ibu bergetar dan airmata Ibu membasahi pipinya. Aku hanya bisa menunduk, tanpa berani menatap wajah Ibu. "Doakan aku bu."

Sebagai janda yang memiliki anak yang masih sekolah, ibu harus bekerja keras untuk membiayai sekolahku dan memenuhi kehidupan sehari-hari. Ibu telah bersumpah, tidak akan lagi meminta bantuan pada pak de. ibu melakukan hal apa saja yang ia bisa, selagi itu halal untuk makan dan membiayai sekolahku.

"Kamu enggak boleh putus sekolah nak, kamu harus jadi orang pintar. Karena hanya dengan ilmu kamu bisa merubah nasib dan harga diri keluarga kita." Begitu selalu pesan Ibu padaku. Berkat perjuangan dan doa Ibu, aku berhasil meraih pendidikan sampai S1, dan aku menyelesaikan sekolah ku di UIN jakarta. Ketika ibu mengantar ku ke Stasiun, ibu berpesan kepadaku. "Jagalah sholat, semoga kau berhasil nak." Ibu memeluk ku erat. Air mata ku pun menetes.

Minggu, 03 Desember 2017

Air

Tetesan-tetesan air turun dari langit
membasahi pohon dan rumput-rumput
mengeluarkan harum yang menyengat
membuat hari ini terpikat
             Tetesan-tetesan air turun dari langit
             menyatu menjadi satu dan menyempit
             mengalir dengan tenang di parit-parit
             yang dibuat oleh orang-orang bukit
Daun-daun tersenyum bahagia
bunga-bunga bermekaran sempurna
bersyukur kepada sang pencipta
memberikan keindahan pada dunia
             Kau tetap tenang mengikuti arus yang kencang
             walaupun banyak rintangan didepan
             kau memberi manfaat bagi kehidupan
             tanpa mu kehidupan akan gersang 

Matahari pagi

ku pandangkan mata ini jauh kedepan
berusaha menikmati pagi hari ini 
ditemani dengan secangkir kopi panas 
        Matahari mengintip dibalik gunung 
        melepaskan sinarnya yang hangat kepada dunia
        air laut yang masih terlelap tidur 
        memantulkan cahaya matahari 
        kehamparan yang luas 
        terlukis warna oren diatas cakrawala 
        memancarkan keindahan dipagi hari 
Matahari tersenyum kepada dunia
memberikan kepada sang insan
embun pagi membasahi rumput-rumput hijau
udara pagi melepaskan angin sejuknya
bercampur hangatnya matahari
        Daun-daun pada yang hijau 
        berlambai-lambai tertiup angin
        burung-burung bernyanyi diatas pohon
        menyambut pagi hari yang indah
        tercium aroma pesawahan yang begitu khas 
        yang sanggup menenangkan jiwa seseorang

Sabtu, 02 Desember 2017

Kota

Mata hari mamancarkan sinarnya
Pelastik-pelastik bergulingan tertiup angin 
Tukang bangunan dengan cangkul setianya
Memakai celana coklat dan dada terbuka
Mencangkul pasir untuk dijadikan adukan
Keringat bercucuran dari kepalanya
Hampir membasahi separuh badannya
Dadanya bagai baja yang kokoh
Dengan keringat yang berpercikan 
Ia selalu sabar dengan pekerjaanya
       Bangunan menjulang tinggi
       Rumah-rumah kecil tersingkirkan
       Entah kemana...
       Digantikan gedung-gedung tinggi
       Oleh orang-orang serakah 
       Siang dan malam jalanan terus macet
       Polusi berkeliaran dimana-mana
       Debu bertebaran dimana-mana
       Membuat dada pejalan kaki sesak

                                                          By: sandi permana

Senin, 20 November 2017

Muhadharoh Akbar

Pada Tanggal 19 November 2017 bertepatan pada hari minggu, pondok pesantren al-hidayah al-mumtazah mengadakan acara yaitu Muhadharoh akbar (kubra). yang diikuti oleh segenap santri al-hidayah al-mumtazah, acara ini dilaksanakan diaula putri.

Acara ini dimulai pada jam 08.00 pagi, sambutan pertama disampaikan oleh Ust.Welis Santana beliau membuka acara ini dengan harapan bisa meningkatkan bakat santri dalam berpidato. bukan hanya itu tapi, untuk melatih keberanian santri untuk bisa tampil didepan banyak orang.
beliau membuka acara pada pagi hari ini dengan takbir 3(tiga) kali yang diikuti oleh seluruh santri.

sambutan terakhir disampaikan oleh mu'allimah iis istiqomah sebagai ketua panitia pada acara muhadhoroh akbar beliau mengucapkan "terima kasih kepada pimpinan karena sudah mengizinkan para mu'allimah untuk bisa mengadakan acara muhadhoroh akbar tahun ini, dan terima kasih kepada para panitia  atas kerja samanya, dan beliau berharap semoga acara ini bisa berjalan dengan lancar".

Santri yang terpilih dalam berpidato pada Muhadhoroh Akbar ialah mereka yang lulus dalam seleksi:
    -Kategori SMP

 Kelas 1 mu'allimin;
-Pidato bahasa indonesia
   -Ragil as-syafe'i
   -Umiyati
-Pidato bahasa arab
   -Hayi qoyum
   -Habibatun nabilla
-Pidato bahasa inggris
   -Riziq rabani
   -Try rizqi widayanti

Kelas 2 mu'allimin:
-Pidato bahasa indonesia
   -Muhammad ilham
-Pidato bahasa arab
   -Fadhilatul adzkia
-Pidato bahasa inggris
   - yudha pertama

Kelas 3 mu'allimin
-Pidato bahasa indonesia
   -Mita nastria
   -Arif budi pratama
-Pidato bahasa arab
   -Arianto
   -Ismah zakia
-Pidato bahasa inggris
   -Akbar maulana
   -Raida salma

Kategori SMA

Kelas 4A mu'allimin
-Pidato bahasa indonesia
   -R bunga salsabila
-Pidato bahasa arab
    -Sadam syahril romli
-Pidato bahasa inggris
    -Putri aulia

Kelas 4B mu'allimin
-Pidato bahasa indonesia
    -putri rahayu
-Pidato bahasa arab
    -mijmalil a'rifin
-Pidato bahasa inggris
    -hafshoh sharah az- zahra

Kelas 5 mua'allimin
-Pidato bahasa indonesia
   -Dwi nur mahmudi
-Pidato bahasa arab
   -Yahya muhaimin
-Pidato bahasa inggris
   -Amatullah fauziah

Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar dan di meriahkan oleh Hadroh ATAZ.
Acara ini belum ditemukan pemenangnya karena pemenang akan diumumkan pada tanggal
1 Desember 2017 nanti, acara ini ditutup dengan membaca Alhamdulillah.


Selasa, 14 November 2017

Jeritan Aku *BU*

 
Saat ini Aku gembira sekali, Aku berada ditempat yang hangat dan nyaman walaupun gelap.
Tapi ah.. Itu tidak masalah, Aku tetap gembira sekali, Tuhan telah memilihkan tempat ini untukku.
Aku Bisa merasakan Ibu tersenyum, mendengarkan suara Ibu yang lembut.
Tapi Bu, kenapa beberapa hari ini Ibu menangis..?

Malam ini Aku juga mendengar Ibu menangis, bahkan ketika tangisanmu semakin menjadi,
tiba tiba Ibu memukul ku yang masih di dalam perut ibu..... Aku kaget sekali buuu...
Aku ingin sekali memelukmu dan bertanya kepadamu, kenapa Ibu bersedih..?
Siapa yang telah membuat Ibu menangis..?

Tapi Ibu terus memukulku.. sakiiiit Bu..
Ibu.. Aku ingin bertanya, kenapa hari ini Ibu mencaci-maki Aku..?
Aku bahkan tidak tahu apa salahku..? Yang ada Ibu hanya berteriak sambil menyebutkan nama Seseorang yang Ibu katakan sebagai Ayahku, Seseorang yang kemarin memukul Ibu.

Ibu.. Aku ingin membelai Wajahmu dan mengusap air matamu, Aku ingin mengatakan Aku sayang Ibu agar Ibu tenang, tapi tanganku masih terlalu kecil untuk bisa merangkul bahkan membelai wajahmu Bu..
Tapi Tenanglah Bu, aku benar-benar akan membahagiakan Ibu saat aku tumbuh besar nanti. Aku akan menjadi jagoan kecil Ibu dan melindungi Ibu, agar tidak ada lagi yang menyakiti Ibuku.

SAAT ABORSI

“Ibu.. Kenapa seharian ini Ibu tetap menangis..?
Apa Aku berbuat salah..?
Ibu, hukumlah Aku jika Aku salah, tapi tolong usir benda yang menarikku ini..!

Ibu dia jahat padaku, dia menyakitiku, Ibu.. Tolong Aku.. sakiiiiit..
Ibu.. Kenapa Ibu tidak mendengar teriakanku..??

Buuu..!!!

Benda itu menarik kepalaku, rasanya leherku ini mau putus,
dia bahkan menyakiti tanganku yang kecil ini,
dia terus menarik dan menyiksaku..

Sakiiiiit.. :'(

Oh Ibu… tolong hentikan semua ini, aku tidak kuat kesakitan seperti ini..
Ibu.. Aku...… sekarat

ABORSI SELESAI

Ibuku sayang.. Kini aku telah bersama ALLAH di Surga, Aku bertanya kepadaNya, apakah Aku dibunuh..?
Dia menjawab dengan lembut "Kamu di-Aborsi naak.."
Ibu, aku masih tidak mengerti apa itu Aborsi..?

Yang Aku tahu sesuatu itu telah menyakitiku dan Aku sedih Bu..
Teman-Temanku di Surga bilang, kalau Aku tidak di-inginkan.
Ah.. Aku tidak percaya…
Aku mempunyai Ibu yang sangat baik dan sayang padaku.

Mereka juga berkata, karena Aku.. Ibu merasa sangat malu…!!

Itu Tidak benar kan Bu..? Aku kan jagoan kecil Ibu yang akan melindungi Ibu, kenapa Ibu harus malu..?!!
Aku janji tidak akan nakal dan membuat Ibu malu.
Tetapi Mereka tetap bilang padaku, kalau Ibu sendiri yang membunuhku..!
Tidak ! Ibuku tidak akan sekejam itu, Ibuku sangat lembut dan mengasihiku..!

Maafkan Aku Ibu…
Aku telah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan.
Karena Aku ingin membahagiakan Ibu, tapi sekarang Tuhan telah membawaku kesini, karena kejadian itu…

Benda Itu telah menghisap lengan dan kakiku hingga putus… dan akhirnya mencengkeram seluruh tubuh mungilku.
Ibu.. Aku hanya ingin Ibu tahu, bahwa Aku sangat ingin tinggal bersama Ibu, Aku tak ingin pergi. Aku sayang Ibu, walaupun Aku belum sempat bernafas dan melihat wajahmu Ibu..

Ibu… Aku sangat ingin mengatakan, biarlah Aku sendiri yang merasakan sakitnya diperlakukan seperti itu, asal jangan Ibu.
Ibu… Maafkan Aku…
karena gagal menjadi jagoan kecil yang akan melindungi Ibu…

Selamat tinggal Ibu..…