Rabu, 23 Mei 2018

“Perkembangan Zaman Pada Pola Pikir Santri”

Zaman semakin berkembang, teknologi pun semakin maju dan berkembang. Namun bahwa perkembangan zaman dan teknologi membuat semua santri sangat terpengaruh dalam perkembangan zaman tersebut. Pada saat ini banyak santri yang terlibat oleh perkembangan zaman yang tidak hanya dialami oleh golongan anak muda dan orang tua namun anak kecil saat ini sudah terpengaruh oleh perkembangan zaman dan tekhnologi.

Banyak sekali dampak negatif yang di dapatkan dan pengaruh negatif bagi santri tidak hanya yang dewasa saja yang kecilpun juga terpengaruh. Sebagian besar orang menyalah gunakan perkembangan zaman dan teknologi yang ada seperti Youtube,  Facebook, Twitter, whatsapp, game online, Bbm dan masih banyak lainnya. Youtube yang seharusnya di gunakan sebagi media untuk melihat video, film ataupun untuk melihat berita teraktual namun disalahgunakan untuk menyaksikan video-video yang tidak bermakna.

Seharusnya santri tidak mudah terpengaruh oleh perkembangan zaman dan teknologi, bukan teknologi yang menguasai diri ini namun diri ini yang harus menguasai tekhnologi dan harus pandai dalam memilIh-milIh perkembangan zaman, mana yang dapat diterima dan mana yang seharusnya tidak diterima.

1.      Perkembangan Zaman.
Perkembangan zaman adalah perubahan suatu zaman  yang semakin maju dan modern baik dari sisi teknologi maupun komunikasi yang selalu berubah secara  pesat dan mudah, zaman terus berkembang waktu terus berputar dan kondisi terus berubah-ubah.
1.      Menurut Amir Pradana perkembangan teknologi dizaman sekarang ini sangatlah canggih dan pesat, hal ini dapat di buktikan dengan banyaknya inovasi di masa ini, dengan yang sederhana maupun yang menghebohkan dunia. Teknologi sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu pada zaman romawi kuno.
Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang yang semakin canggih dan mendunia perkembangan teknologi semakin maju, dahulu yang handphone hanya di gunkan untuk telepon dan sms untuk sekedar menanya kabar, tapi sekrang ini handphine tidak hany bisa telpon dan sms, akan tetapi pada zaman sekarang ini bisa juga menjadi sebuah komputer  yang canggih, bisa menjadi TV dengan juga adanya Smartphone.
1.      Menurut Afid burhanuddin perkembangan zaman modern ini sangat di nanti-nantikan oleh banyak pemikir manakala mereka mengingat zaman kuno ketika peradaban begitu bebas, pemikiran tidak di kekang oleh tekanan-tekanan  diluar dirinya, kondisi semalam itulah yang hendak di hidupkan kembali pada zaman modern. Kebebasan berpikir sebagai priode yang di lawankan yang di lawankan dengan priode abad pertengahan

2. Definisi Operasional
B.  Pola Pikir Santri.
Kita sering mendengar kata “PESANTREN” yang menurut para ahli adalah sebuah tempat perkumpulan para “SANTRI”,  atau secara segi bahasa pesantren sendiri merupakan kata sarapan dari santri itu sendiri dengan menambahkan tambahan pe-di awalnya dan-an di akhirnya, yang bisa di simpulkan asal katanya ialah pesantrian, sehingga bertransformatif menjadi pesantren.
1.      Menurut Siti Asiyah dampak positif, negatif dan contoh perkembangan manusia, pada era globalisasi dan informasi yang sedang berkembang banyak mempengaruhi sikap dan mental masyarakat, pastinya perkembangan teknologi informasi selain berdampak positif
B.     Pola pikir santri
1. Menurut Nurcholish Madjid meyakini bahwa kata “SANTRI” berasal dari kata “CANTRIK” (bahasa sensekerta atau jawa), yang berarti orang yang mengikuti guru. Sedang versi yang lainnya menganggap kata “SANTRI” (manusia baik) dan kata tra (suka menolong) sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik.
1. Menurut ZAMKHSYARI DHOFIER mengatakan bahwa kata santri mengandung beberapa pengertian, yaitu:
A.     Orang shaleh, orang yang beribadah dengan  sungguh-sungguh.
B.      Yaitu “CANTRIK” dalam bahasa jawa yang berarti (seseorang yang selalu mengikuti seseorang guru kemana guru itu pergi.

Ustdzh. Arfah Dwi Saputra

Rahasia dibalik ucapan “RAMADHAN KARIM”

Tak jarang orang mengatakan kalimat arab “Karim” dengan makna literal apa adanya. Kata Al-Karim termasuk salah satu nama yang dimiliki Allah SWT dan terkenal dengan sebutan Asmaul Husna. Al-Karim secara arti yaitu mulia, Karim juga memiliki arti lain yaitu pemaaf dan pemberi pertolongan.
                
Di bangsa arab sebutan Karim sering kali digunakan bagi orang-orang yang memiliki budi pekerti yang luhur. Selain itu gelar Al-Karim juga untuk para dermawan yang hobi mendermakan hartanya kepada orang-orang yang tidak mampu.
                
Pembahasan diatas mengaitkan dengan kata yang sering kali manusia ucapkan ketika menyambut bulan suci ramadhan yaitu kata “Ramadhan Karim” sebagai penghormatan atas datangnya bulan penuh keberkahan dan ampunan.
                
Bulan ramadhan dijuluki Karim karena bulan ini adalah bulan istimewa dan banyak anugerah Allah yang dikhususkan bagi umat Rasulullah SAW, berupa terbukanya pintu taubat dan ampunan serta digandakannya pahala-pahala kebaikan, disamping rahasia agung yang tersimpan dalam Lailatul Qadr.
               
Jika seseorang diberi kehormatan oleh orang lain denga ucapan ‘’Ramadhan Karim’’ maka hendaknya orang tersebut membalasnya denagan ucapan ‘’Allahu Akram’’ jawaban ini patut kita ucapkan agar kita menyadari bahwa Allah SWT adalah dzat yang maha pemurah lagi maha dermawan atas segala anugerah yang tak terhitung selama kita hidup di dunia ini.
                
Tradisi seluruh umat islam menyambut bulan yang penuh berkah adalah dengan saling memaafkan khususnya bagi santri yang kesehariannya selalu bersama-sama, mungkin saja ada salah dan khilaf yang disengaja atau tidak disengaja.
                
Tidak ada kata terlambat untuk mengakui segala kesalahan dan meminta maaf kepada sesama muslim, dan tidak perlu menunggu orang lain meminta maaf terlebih dahulu. Awali semuanya dengan penuh rasa syukur, karena sampai saat ini kitamsemua masih bisa bertemu dengan Ramadhan Karim. Bulannya umatnya rasulullah SAW.

‘’Hati yang terluka mungkin masih membekas, semoga di bulan Ramadhan Karim ini dapat dimaafkan, selamat menunaikan ibadah puasa 1439 H😊.”

Ustzh Maula Haniya

Teko dan Gelas


Teko dan gelas, mungkin dua benda ini tak asing lagi untuk kita, teko tempat menyimpan air dan
gelas untuk takaran minum, namun dari dua benda tersebut terdapat keistimewaan yang tak terduga. Dua benda ini memang tidak ada harganya dibandingkan dengan tupperware, tapi kalau kita pikirkan banyak hal yang kita tidak ketahui oleh dua benda tersebut.
            Ada suatu kisah seorang santri yang bernama Husni Thamrin. Terciduk keluar pondok pesantren tanpa izin kepada bagian keamanan alias “kabur” seorang ustadz yang menemukannya langsung mengajaknya ke Mahkamah Amni (MA) untuk di introgasi. Mahkamah amni sangat ditakuti oleh kalangan santri karena terkenal dengan hukumannya yaitu “botak” yang membuat mata orang lain tertuju kepadanya. Setelah mereka masuk ke dalam mahkamah dan tentu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh ustadz tersebut. “Husni, kenapa kau hendak kabur?” dengan suara khasnya pak ustadz berbicara, jika orang mendengarnya langsung menjawab dengan jujur. “Saya sudak tidak kuat ustadz. Saya sering di ejek sama teman-teman.” Jawab Husni dengan polosnya, memang Husni ini sering mendapat ejekan dari teman-temannya atau bahasa kerennya Bully yang menyebabkan Husni tidak betah di pesantren dan memutuskan untuk kabur.
            Pak ustadz pun tersenyum mendengar penjelasannya dan mengambil teko dan 2 buah gelas yang membuat Husni kebingungan. “Husni, perhatiakan baik-baik.” Tanpa perintah dua kali Husni memperhatikan teko dan gelas itu. Pak ustadz pun menuangkan air yang ada di teko kedalam gelas sampai terisi setengah dan gelas satunya dibiarkan kosong.
            Tentu Husni pun sangat bingung, apa maksud semua itu? “kau lihat gelas ini, gelas ini ibaratkan manusia dan airnya adalah masalah yang dimiliki oleh manusia. Manusia yang mempunyai batasan yang amat terbatas. Ya, memang manusia masih bisa menyimpan masalah itu. Seperti kau yang menyimpan masalahnya sendiri. Ketiak kamu sudah tidak kuat menampung masalah itu, maka masalah itu akan meluap kemana-mana.” Pak Ustadz berkata sambil menuangkan air ke dalam gelas yang sudah terisi setengah sampai airnya luber dan jatuh ke atas meja dan turun ke atas lantai. Air yang tumpah ini, yang jatuh ke atas meja kan merusak kayunya yang akan melapuk dan air yang jatuh ke lantai yang membuat lantai tersebut licin tinggal menunggu orang yang lewat saja maka insya Allah orang itu akan terpeleset. Sama dengan kau sekarang ini, kabur yang kamu kira akan menyelesaikan masalah malah menambah masalah.” Husni bisu tak berkata apa-apa menunggu kelanjutannya.
            Lalu, pak ustadz itu mengambil gelas yang terisi air dan menuangkannya ke dalam gelas yang kosong. “ Nah, semua masalah yang banyak yang tidak bisa kau tampung, kau bisa membaginya kepada orang lain dengan shearing atau curhat, akan tetapi jangan coba-coba kau membagi masalah pada orang yang mempunyai masalah sama saja kau menuang air ke dalam gelas yang sudah ada isinya.” Husni masih tetap diam ruangpun hening sejenak. “Siap di botak.” Suara pak ustadz yang memecah keheningan. “ Insya Allah ustadz, saya siap.” Jawab Husni dengan muka yang masam. “ Nah gitu, berani berbuat berani bertanggung jawab.”
            Dari kisah tadi kita dapat menyimpulkan bahwa setiap manusia mempunyai masalah, dan masalah itu harus segera diselesaikan bukan hanya di pendam sendiri kita harus membaginya kepada seseorang, membagi dalam artian meminta solusi atas masalah tersebut bukan membagi masalah yang ia punya kepada orang lain agar sama-sama mendapat masalah. BUKAN.       
                  
#Al-Fazari santriwan Al-ataz, berasal dari bekasi, kelas IV Muallimin.

“Wisuda angkatan ke VI”


    Pada tanggal 13 Mei 2018, Ponpes Al-Hidayah Al-Mumtazah, resmi melepaskan anak didik tingkat mualliminnya. Mereka adalah para peserta NIHAI'E yang sudah beberapa bulan diuji untuk memenuhi syarat kelulusan. Mereka diuji dalam beberapa materi berikut :
                
1.       Karya tulis ilmiah (PAPER)
2.       Membuat E'dad tadris
3.       Amaliyatu tadris
4.       Khutbatul wada
Dan yang terakhir HAFLAH
Mereka menjalankan tugas ini kurang lebih 6 bulan, mereka menjalankan tugas saling berlomba lomba untuk mendapatkan kelulusan dengan nilai yang baik serta menggandeng penghargaan dengan setiap ketegori tugas yang telah mereka jalani.
Setelah bersusah payah menjalankan tugas tugas tersebut akhirnya pengasuh serta Pimpinan pun mengetuk palu untuk melepaskan masa kesantrian mereka. Pada tahun ini, Ponpes Al-Hidayah Al-Mumtazah melepaskan 5 orang wisudawan dan 9 orang wisudawati. Diantaranya mereka adalah :
1.    Muhammad Al-arif
2.    Muhammad Farhan Al-jamil
3.    Syahrurrozi
4.    Irgi Ahmad Fauzi
5.    Muhammad Al-fain failasuf
6.    Arfah Dwi Saputra
7.    Iis Istiqomah.
8.    Ismi Adelia Putri.
9.    Sarmilah.
10.  Nur Hikmah.
11.   Lailatus Shofa.
12.   Safinatunnajah.
13.   Putri Fetrilia Nurfadillah.
14.   Shinta Lestari Wahyuni.
        Diantara mereka ada yang lulus dengan menggandeng beberapa penghargaan berikut :
    1. Nilai tahfidz terbaik diraih oleh : -The best one: Iis Istiqomah
                                                      -The best two: Muhammad Al-Fain

                                                       -The best three: Irgi Ahmad Fauzi.
     2.  E'dad tadris terbaik diraih oleh : -The best one:Iis Istiqomah.
                                                        -The best two: Muhammad Al-Arif.
                                                        -The best three: Arfah Dwi Saputra.
3. Nilai khuthbatul wada' terbaik diraih oleh :-The best one: Lailatus Shofa.
                                                                         -The best two: Ismi Adelia putri.
                                                                          -The best three: Muhammad Farhan Al-jamil.
4. Santri teladan diraih oleh: -Iis Istiqomah.
        Dengan mentasyakuri kelulusan mereka, mereka mengadakan panggung gembira yang di meriahkan oleh para santriwan/wati yang berbakat, mereka meriahkan dengan bakat mereka masing masing. Ada yang menampilkan dance, drama, nasyidariah dan lain sebagainya.
        Acara ini diselenggarakan hingga selesai pada jam 10:50. Atas dorongan semangat santriwan/wati acara ini sangat meriah. Ada yang menampilkan tampilan lucu, sedih, dan lain sebagainya, semua ada disini.
                                                                                                                  
"Selamat melanjutkan perjuangan kalian wahai anak didik kami, semoga Allah senantiasa memberkahi langka-langkah kalian."
"dimanapun kalian berada, jangan pernah kalian copot nama santri serta baju santri kalian, karna sekali kalian menjadi santri, maka selamanya akan menjadi santri"

       Demikianlah pesan yang disampaikan oleh KH.MUAMMAL SYARIEF selaku pengasuh.
                Dan pesan kedua yang disampaikan oleh ketua NIHA’E yakni: UST. NAILUR RAHMAN.


Kamis, 10 Mei 2018

Hubungan Agama dan Negara Menurut Islam

Tentang hubungan agama dan negara dalam islam adalah agama yang paripurna yang mencakup segala-galanya termasuk masalah negara oleh karena itu agama tidak dapat dipisahkan dari negara dan urusan negara adalah urusan agama serta sebaliknya. Aliran kedua mengatakan bahwa islam tidak ada hubungannya dengan negara karena islam tidak mengatur kehidupan bernegara atau pemerintahan menurut aliran ini Nabi Muhammad tidak mempunyai misi untuk mendirikan negara. Aliran ketiga berpendapat bahwa islam tidak mencakup segala-galanya  tapi mencakup seperangkat prinsip dan tata nilai etika tentang kehidupan bermasyarakat termasuk bernegara.

Sementara itu “Hussein Mohammad” menyebutkan bahwa dalam islam ada dua model hubungan agama dan negara, yaitu:
  1. Hubungan integralistik dapat diartikan sebagai hubungan totalitas dimana agama merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan keduanya merupakan dua lembaga yang menyatu.
  2. Hubungan simbiosis mutualistik bahwa antara agama dan negara terdapat hubungan yang saling membutuhkan sebab tanpa agama akan terjadi kekacauan dan moral dalam negara.
Menurut Ibnu taimiyah (Tokoh Sunni Salafi) berpendapat bahwa agama dan negara benar benar berkelindahan tanpa kekuasaan negara yang bersifat memaksa agama berada dalam bahaya sementara itu tanpa disiplin hukum wahyu pasti menjadi sebuah organisasi yang tiranik.

Selanjutnya menurut al-Ghazali dalam bukunya “Aliqtishad fi Ali’tiqat”  mengatakan bahwa agama dan negara adalah dua anak kembar, agama adalah dasar dan penguasa/kekuasaaan, negara adalah penjaga segala sesuatu yang tidak memiliki dasar akan hancur dan sesuatu yang tidak memeiliki penjaga akan sia-sia.

Mengingat kompleksitas politis dan historis negara bangsa Indonesia sejauh menyangkut kehidupan agama dan umat beragama dan juga political and social repercussions yang biasa muncul pada masa sekarang ini dalam masa masa transisi mendatang maka jelas masih sangat sulit mencari format yang tepat dan accep table bagi banyak pihak dalam “reposisi” hubungan agama dan negara.

Akan tetapi satu hal sangat jelas bahwa akan sulit dibayangkan jika reposisi itu dimaksudkan untuk menyisihkan begitu saja peran pemerintah dalam mengatur kehidupan warga negara termasuk dalam kehidupan beragama, khususnya dalam aspek administrasi keagamaan bukan aspek teologis masing masing agama dan akan lebih sulit lagi jika reposisi itu dimaksudkan untuk memisahkan agama dan negara melalui pemisahan kedap air (Waterlight separation) dengan kata lain mengubah Indonesia menjadi negara sekuler setidaknya sebagian besar umat islam belum siap untuk menerima  perubahan itu.[7]

Islam, menurut pandangan mayoritas ulama Muslim bukan hanya agama, tapi juga kebudayaan. Sebagai tata kebudayaan ia membentuk masyarakat, pemerintahan, perundang-undangan, dan lembaga-lembaga yang ada, terutama pembentukan negara dengan rakyat dan wilayahnya. Dengan kata lain, islam itu meliputi berbagai aspek kehidupan, seperti sistem politik, ekonomi, etika dan kemasyarakatan. Kalau ia hanya tata agama, ia tidak akan membentuk masyarakat dan negara seperti yang ada di Madinah.

Fakta tersebut tidak saja menjadi keyakinan sebagian besar ulama Islam, tetapi juga diakui oleh banyak orang Barat dan kaum orientalis, sebagaimana diutarakan oleh Dhia’ al-Din Rais, yang diantara mereka adalah:
  1. Dr. Firt Grald berpendapat, bahwa Islam bukan sekedar agama, melainkan juga sebuah tatanan politikyang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
  2. Dr. C. A. Nollino berpendapat, bahwa pada saat yang sama Muhammad sekaligus memberikan agama dan negara, sedangkan peraturan-peraturan negaranya selalu tepat sepanjang hidupnya.
  3. Dr. Schatt berkata, islam lebih sekedar agama, ia juga menjabarkan hukum dan politik.
  4. Dr. Thomas Arnold berkata, Nabi SAW., seorang kepala agama dan kepala negara,
Dari paparan di atas, terlihat jelas bahwa integritas masyarakat islam (umat) yang didirikan dan dibina oleh Nabi SAW., menampakkan keterikatan antara negara dan agama. Argumen ini, dikuatkan lagi oleh penuturan Nurcholish Madjid sebagai dikutip oleh Musdah Mulia, bahwa salah satu karakteristik agama islam pada masa-masa awal penampilannya ialah kejayaan dibidang politik. Kenyataan itu menjadi dasar bagi adanya pandangan yang merata di kalangan para ahli dan awam., baik muslim maupun non muslim, seperti telah diuraikan dahulu, bahwa islam adalah agama yang terkait erat dengan persoalan kenegaraan. Bahkan disinyalir sesudah kaum muslimin berkenalan dengan Aryanisme Persia muncul ungkapan bahwa “islam adalah agama dan negara” (al-Islam Din wa dawlah) yang mengindikasikanpertautan antara agama dan negara.[8]

Hubungan islam dan negara modern secara teoritis dapat diklasifikasikan ke dalam tiga (3) pandangan: Integralistik, Simbiotik, dan Sekularistik.

Oleh : R Bunga Salsabila
*Merupakan salah satu dari kontributor di Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah yang turut membantu dalam penerbitan dan peng-entri-an artikel, berita dan catatan dalam bentuk media digital.*

Jelajah Akhir Tahun 2018

10 Mei 2018 Alhidayah Almumtazah melaksanakan acara tahunan yang rutin dilaksanakan. Pada hari ini segenap Santriwan dan Santriwati melaksanakan penjelajahan akhir tahun. Seperti biasa, dilakukannya acara ini untuk mendekatkan Santriwan dan Santriwati kepada alam dan lingkungan pondok pesantren.

Pada pagi hari, sebelum keberangkatan dari pondok pesantren. seluruh Santriwan dan Santriwati mengikuti Apel pembukaan jelajah. yang isinya terdapat pengibaran bendera serta penjabaran maksud dan tujuan di adakan nya jelajah ini.
"Ada beberapa poin penting yang kita dapatkan pada acara jelajah ini. yang pertama mendekatkan diri pada Allah, yang ke dua Mengenal Alam, yang ke tiga untuk bersenang-senang." Ucap Tn. Imam Asshodiq sambil berdiri tegak menggunakan topi Polisi.

Selanjutnya salah satu anggota perkelompok di tunjuk satu untuk menjawab soal smaphore yang di gunakan untuk berjalan lebih dulu. dalam permainan itu ada beberapa kakak pembina yang menguji mereka.

Rabu, 02 Mei 2018

Ini Aku

Cinta!!!!
Boleh aku menangis dalam rindu yang haru?

kau berhasil membuat aku
mengingat dimana dulu aku pernah terjatuh
dan bangkit kembali karena mu.

Aku tau, jika aku tak secantik
mereka yang pernah hadir dalam kehidupan mu.
Aku tau, bahwa aku tak sepandai dan sehebat mereka.

Tapi aku mohon...
cintai aku seperti
sayyidina Ali Bin Abi Thalib yang
mencintai Fatimah Azzahra.

Walaupun aku tahu.
bahwa aku tak sekuat Siti Khadijah
tak sepatuh Siti Aisyah
dan tak sepandai dan sehebat Fatimah Azzahra.
setidaknya aku hanya ingin
seseorang hadir memberi garis indah di wajah ku.
Yah, aku hanya butuh senyuman dalam hidupku
yang mulai menghilang seperti senja.

Jika kamu baik, aku buruk.
maka Allah menciptakanmu
untuk membuat aku menjadi baik seperti mu.

Inginku tak lebih.
hanya kau berikan warna terang dalam hidupku
di waktu yang singkat pun sudah lebih dari cukup.
walau seandainya hati tak siap untuk kau tinggal pergi.

Tapi ketahuilah.
harapan ku dan doaku adalah
menjadi wanita terakhir yang mampu
menjadi makmum yang baik
pada sosok imam soleh seperti mu.

Cinta!!!
Percayalah...
Aku Rindu...

Jumat, 27 April 2018

Penyesalan

Namaku Diandra Anggata Putri. Aku adalah seorang mahasiswi di UNISMA, aku terlahir dari keluarga yang mampu, aku satu-satunya anak papa dan mama yang mereka miliki, orang bilang itu namanya anak semata wayang. Sudah dari kecil aku dirawat oleh asisten rumah tangga (pembantu). Orang tuaku menyerahkan ku kepadanya disaat usia ku 9 bulan orang tuaku tidak peduli denganku. Mereka hanya mengurus usaha mereka masing-masing, padahal aku ingin mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari mereka. Tapi, hanya abaian, abaian, dan abaian yang ku dapat dari mereka (pikir ku).

Hingga suatu hari....

Di pagi yang cerah aku terbangun dari tidur ku yang nyenyak, dan tanpa ku sadari mamah sudah duduk di tepi ranjang ku, aku terkejut akan kehadiran mamah ku yang hampir dan bisa dibilang tidak pernah duduk di tepi ranjang ku.
“pagi, nak.” Sapa mama ku.
aku bergegas turun dari ranjang ku dan berdiri di depan mama ku.
“ada apa kau berada di dalam kamar ku?” ucap ku dingin
“mama ingin menyampaikan sesuatu padamu, bahwa esok lusa mama dan papa akan pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan bisnis mama dan papa.” Jelas mama
“pergi saja sana.” Sahut ku ketus.
Aku bergegas pergi ke kamar mandi dan tidak memedulikan ekspresi mama ku setelah mendengar ucapan ku.

Esok lusa.

Setelah ku bangun dari tidur ku, kulihat jam menunjukan pukul 05.00. Dan tanpa ku sadari, terdengar suara koper sedang menuruni anak tangga, aku bergegas turun dari kasur lalu mengintip dari balik pintu. Dan ternyata mama dan papa sudah siap untuk pergi ke luar negeri dan meninggalkanku untuk kesekian kalinya. Hati kecil ku menangis, ingin ku ucapkan selamat tinggal kepada mereka tapi, entah mengapa mulutku ter bungkam untuk mengucapkan kata-kata kecil itu
Dan tak ku sadari mama ku menaiki anak tangga satu persatu untuk menuju kamar ku, dengan terburu-buru aku menuju ranjang ku dan berusaha untuk terlihat seperti orang yang belum terbangun. Dan aku terdengar pintu kamar ku terbuka dan pastinya ku tahu itu adalah mama ku dan untuk kedua kalinya mama duduk di tepi ranjang ku dan mengelus lembut rambut ku seraya berkata. “nak, mama pergi dulu ya untuk beberapa saat ini.” Ucap mama.

Diam ku berusaha tidak meneteskan air mata, agar tidak terlihat bahwa sesungguhnya aku telah terbangun dari tidur  ku. Mama ku mengecup pelan kening ku, lalu dia beranjak bangun dan berjalan keluar dari kamar ku. “mama, cepatlah turun!, karena pesawat yang kita tumpangi akan segera lepas landas.” Teriak papa dari bawah. Hatiku sakit bahkan sangat sakit mendengar teriakan papa ku yang seakan menyuruh mama agar lebih cepat meninggalkanku dan meninggalkan rumah ini. Aku menangis akan tetapi, tangis ku tak mengeluarkan air mata, hanya terdengar isa kan tangis ku lembut. Aku bergegas menuju kamar mandi dan setelah beberapa menit akupun keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah bersih.
Tiba beberapa saat aku berada di kampus.

Aku berjalan sendiri dalam pikiran kosong, entah apa yang aku pikirkan tapi, ini membuatku gila. Dan “dorrr...” Namira datang mengejutkan ku, aku terkejut bukan main. “gila ya, mau bikin gue mati?” ucap ku kesal, tanpa menoleh sedikitpun. “enggak kok! Btw, lu kenapa, dari tadi kok bengong mulu? hati-hati kesambet mbaeee...” tanya Namira sambil menyenggol pelan lengan tanganku. “ enggak apa-apa.” Ucap ku bohong. Namira adalah sahabat dari pertama aku masuk kuliah, sifat dia itu petakilan, apa adanya, dan pergaulan dia bebas. “oyy...” ucapnya mengejutkan ku. “kenapa sih?” tanya Namira. “gue bilang gak kenapa-napa, bawel banget lu, kaya ema-ema kurang suami.” Jawabku. “heheh... Gimana kalo kita nanti malam kita ke taman.” Ajak Namira. “ehm... Jemput ya!” pinta ku.”gampang lah kalo soal itu mah.” Ucap Namira.
Hingga malampun tiba.
“Bii...” teriakku memanggil bibi yang sedang berada di ruang belakang (dapur).
“iya non, ada apa?” tanya bibi dengan khawatir namun masih bernada lembut.
“saya mau pergi, pintu rumah di kunci, kalau ada orang yang tidak dikenal, jangan di bukain!” perintahku. Bibi hanya mengangguk mengerti.

Dan selang beberapa menit Namira pun datang menjemput ku, dan ku masuk lalu duduk di sebelah nya, lalu mobil Namira melaju di keramaian kota Jakarta pada malam hari. Dan setelah beberapa menit mereka di perjalanan, akhirnya mereka telah sampai di PUB (diskotik). Mereka turun bersama-sama memasuki PUB. Diandra terkejut, kenapa Namira mengajak nya kesini, padahal tadi dia bilang ke taman.

“woy... ngapain sih kita kesini?” tanyaku seraya melirik lampu-lampu yang membuat kepalaku pusing. “gue hanya mau liat lu seneng dra.” Jawabnya santai. Diandra hanya duduk, dan meminum-minuman itu sedikit demi sedikit, dan sampai akhirnya Diandra terbiasa dengan minuman itu.
Beberapa bulan kemudian.

Hari-hari yang Diandra lewati, sudah menjadi kebiasaan dia, dia hanya pergi malam lalu pulang tengah malam dalam keadaan mabuk, bibi tidak sanggup lagi melihat Diandra seperti itu. Akhirnya bibi memutuskan untuk menghubungi mamanya Diandra.
“assalamu’alaikum, nyonya.” Ucap bibi dengan nada yang agak mengkhawatirkan.
“wa’alaikumussalam, bi.”jawab orang di seberang telpon sana.
“nyonya, saya sudah tidak kuat lagi mengurus Diandra, semakin hari, semakin menjadi-jadi, dia setiap malam pergi lalu pulang tengah malam dalam keadaan mabuk. Padahal beberapa bulan lagi dia ingin di wisuda.” Jelas bibi. “apa bi?” tanya mama terkejut. “Diandra mabuk? Dan dikit lagi dia ingin di wisuda, tapi kenapa dia tidak bilang kepadaku?”tanya mama. “yaudah bibi yang sabar yah, pantau aja terus pergaulan dia.” Mama memberi nasihat dan mengakhiri telepon.

Di tengah malam, Namira dan Diandra pulang dalam keadaan mabuk, dan tanpa mereka sadari mobil yang mereka naiki lepas kendali dan akhirnya. Bruk...
“aku dimana?” ucap ku, seraya membuka mataku pelan-pelan.
“non lagi di rumah sakit, tadi malam non mengalami kecelakaan karena non menyetir dalam keadaan mabuk.” Jelas bibi.
“bii... maafin Diandra yah bi, kalo Diandra sering marah-marah atau merintah-merintah bibi.” Ucap ku seraya memeluk bibi dengan hangat.
“iya non...gak papa kok, semua kesalahan non, sudah bibi maafkan, tapi janji jangan ngulangi lagi yah?” ujar bibi.
Beberapa bulan kemudian.
“bii... cepetan bi, nanti kita telat.” Teriakku dari ruang tengah.
“iya non sabar, sebentar lagi non.” Ucap bibi.
Hari ini adalah hari wisuda ku, aku hanya ingin di dampingi oleh bibi. Padahal aku ingin orang tuaku berada di samping ku seperti yang lain.
“bii... seandai nya mama dan papa hadir ya!” ucap ku
“iya non, bibi juga berharap begitu.”
“bibi kenapa sih? Bibi kok senyum-senyum gak jelas begitu.”
“gak kok, gak apa-apa.”
Selang beberapa menit, aku mendengar beberapa orang memasuki tempat wisuda ku, dan yang aku pikirkan hanyalah ORANG LAIN yang tak ku kenal. “MAMA....PAPA...” ucap ku pelan seperti bisikan yang tak terdengar. Aku sempat berpikir apakah ini hanyalah mimpi belaka atau hanya khayalan sebuah harapan besar ku?
“selamat ya sayang!!!” ucap mereka sambil memeluk tubuhku. Aku berdiri mematung menikmati pelukan orang tuaku. Ya! Ini bukan mimpi atau khayalan harapan ku. Ini kenyataan.
“terimakasih ma...pa...” ucap ku sambil menahan tangis.
“tapi bagaimana bisa?” tanyaku
“kamu lebih berharga dari segalanya sayang.” Perlahan demi perlahan air mataku jatuh dengan deras, tak ku sangka orang tuaku akan mengucapkan kata-kata yang sangat bermakna itu bagiku. Bibi. Ku teringat padanya.
“pasti bibi yang ngasih tau mama sama papa kan?”
“iya non.”
“aku sayang bibi.” Seraya memeluk bibi.
“bibi juga sayang non.” Bibi balas memeluk ku.
Baru kali ini aku merasakan kehadiran keluarga yang ada di samping ku disaat-saat seperti ini. Aku hanya berharap, agar tuhan menjaga keluargaku dimanapun mereka berada.

Oleh : Raidah Salma
*Raidah Salma adalah santriwati kelas III Muallimin yang berasal dari Bekasi.
Ia pun salah satu Anggota dari Qalami. Beberapa tulisannya telah kami terbitkan dalam majalah Qalami, dan kami Entri dalam Website ini.*