Senin, 30 Juli 2018

Panggilan ke Tanah Suci (Mekah)

Pada tanggal 27 juli 2018, bertepatan pada hari jum'at pagi, saat itu seluruh santri berkumpul di depan masjid untuk mengadakan upacara perpisahan pimpinan yang akan pergi memenuhi panggilan Allah yaitu Berhaji, seluruh santri pun membuat kata-kata untuk Abi dan Umi, sebagai motivasi bagi pimpinan. upacara pun dibuka oleh pimpinan beliau menyampaikan pesan dan nasehat kepada para santri dan guru.
"Ketahuilah anak-anak, hari ini Abi dan Umi akan pergi memenuhi panggilan Allah yang tidak bisa kita tolak karena Haji adalah rukun islam yang ke 5, dan Abi sebagai hamba Allah yang belum sempurna akan mengikuti perintahnya . Maaf kan Abi jika abi meninggalkan kalian dalam keadaan seperti ini, Abi dan Umi harap kalian bisa mematuhi peraturan yang ada, dan pesan Abi adalah jangan pernah pulang ketika pimpinan sedang tidak ada kecuali jika ada keluarga kalian yang meninggal, dan kepada para dewan guru Abi titipkan semua para santri ini agar kelas bisa terawasi jangan sampai mereka tidak belajar, ingat walaupun Abi tidak ada dengan kalian tapi anggap saja Abi itu ada di dekat kalian, doakan Abi dan Umi agar haji Abi menjadi haji yang mabrur." Ucap Kyai. Muammal Syarif dengan tegas.
Semua santri pun merasa sedih mendengar perkataan pimpinan yang akan pergi ke Tahan Suci  Mekah.namun, semua itu adalah panggilan Allah yang harus di ikuti. Upacara pun dibubarkan untuk persiapan kepergian Abi dan Umi ke Tahan suci. Pada jam 10 pagi para santri pun berbaris di pinggir jalan untuk melihat kepergian Abi dan Umi sebagai motivasi untuk Abi dan Umi, saat itu ada 4 mobil yang mengantarkan pimpinan ke Bandara, lantunan sholawat yang dibawakan tim Hadroh Ataz mengantarkan mobil Abi dan Umi, dan bacaraan Talbiyah pun di bacakan oleh para santriwan maupun santri wati.
Ketika mobil yang di membawa Abi dan Umi telah berlalu tangisan pun terdengar dari para santri wati yang merasakan kesedihan telah ditinggalkan oleh pimpinan. Namun, semua itu tidak berlalu lama karena bukan tangisan lah yang harus santri lakukan melainkan do'a untuk kepergian Abi dan Umi.
Alhamdulillah, selama pimpinan tidak ada kegiatan Pesantren pun masih berjalan dengan baik, sesuai dengan pimpinan harapkan agar Pesantren akan selalu terjaga walaupun pimpinan nya sedang pergi haji. Kepergian Abi dan Umi ke Tahan Suci sejarah bagi Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah, dan tentunya haji itu berlangsung selama 40 hari dan itu adalah waktu yang lama, harapan pimpinan adalah agar Pesantren dan para santri terjaga dengan baik.

Tidak ada komentar:
Write komentar