Kamis, 12 April 2018

Dasar! Penghambat Segala

Dasar! Penghambat segala. Aduh gimana nih? Ah ngeribetin aja!
Kenapa sih sekolah pakai ada acara ujian tengah semester lah, ujian kenaikan kelas lah, dan ujain-ujian lainnya, apa sih gunanya? Cuma menguras otak tahu ngak!Ya, sepertinya itulah anggapan para pelajar zaman sekarang yang menyatakan bahwa ujian hanya menjadi penghambat segalanya, padahal jika diteliti lebih dalam ujian itu mempunyai pengaruh besar dalam ujian itu mempunyai pengaruh besar dalam pembelajaran dan itu yang diabaikan oleh sebagian besar pelajar indonesia. Justru dengan ujian kita dapat mengetahui kekurangan sekolah, guru, maupun diri kita sendiri, karena dengan ujian seseorang dapat mengetahui sampai di manakah pemahaman yang dapat ia ambil dari pelajaran tersebut, dan dari situlah kita dapat melihat besar kecilnya kesungguhan yang dimiliki oleh orang lain. Tidak hanya pelajaran yang harus di evaluasi, guru pun ikut mengintrofeksi diri, dengan guru dapat mengetahui batas kemampuan murid-murid nya, dari apa yang mereka sampaikan. Itulah salah satu guna nya ujian. Senang rasanya hidup di Pondok Pesantren dengan lingkungan yang baik, yang selalu mengajarkan kedisiplinan, ketekunan, qona'ah, dan pastinya tawakal, terlebih saat ujian tiba, dimana para santri berusaha menjahui pekerjaan yang berbau dosa karena tak ingin hafalan nya tersumbat sebab dosa tersebut. Dimana saat pagi, sore, malam, bahkan dini hari pun ada saja yang masih berkicau melafadzkan hafalannya. Alhamdulillah, setidaknya mereka tidak menjadikan waktu mereka sehari-hari biasa, mereka hanya mengisi waktu kosong mereka dengan membicarakan sesuatu hal yang tidak perlu dibicarakan, dan menggosipkan sesuatu yang hanya dapat membuat mulut mereka berbusah. Disamping itu pula guru-guru selalu mengatakan bahwa "Ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian." Tapi, belajar Zaman Now menggantinya kata-kata tersebut dengan mengatakan bahwa "Belajarlah untuk ujian karena ujian sudah di ambang pintu." Mereka pun ingin mendapatkan nilai terbaik di kelasnya, tapi, anehnya sebagian besar santri jika disodorkan kitab -kitab mereka bukan memahami dan menghafal isinya, melainkan menaruh kepala diatas kitab dan membuat peta atau pulau didalamnya sambil mengeluarkan nafas yang membuat bunyinya menggema ( Mengorok), itulah salah satu sifat buruk yang dimiliki santri dengan menjadikan hal yang buruk menjadi suatu kebiasaan.

Tidak ada komentar:
Write komentar