Jumat, 02 Maret 2018

Say No To Pacaran

Pacaran merupakan suatu kata yang tidak asing bagi kalangan muda-mudi di era yang bisa dibilang modern, Tapi kata ini memang mudah menjadi trending. Begitu banyak film-film atau sinetron yang secara tidak langsung mengajarkan yang namanya pacaran belum lagi yang namanya valentine day.
Istilah pacaran tidak hanya dikenal didunia luar saja seperti sekolah SMP, SMA, SMU dan lain-lain,
namun di Pondok Pesantren pun istilah itu sudah menjadi Trending topik bagi santriwan maupun santriwati.

Ada apa dengan pacaran? kalau pacaran ngapain saja? ada yang menjawab saya pacaran tidak ngapa-ngapain kok. Terus kalau gak ngapa-ngapain kenapa pacaran. Sebelum kita bertanya pada orang banyak, ustad-ustad atau orang tua kita. Kenapa kita tidak boleh pacaran, kita harus paham, jangan bertanya kepada orang terlebih dahulu tapi, kita bertanya kepada zat yang memiliki cinta terlebih dahulu yaitu Allah, ya Allah  pacaran itu boleh apa tidak? di dalam pacaran itu ada aktivitas apa saja?didalam pacaran ada aktivitas sayang-sayangan, ada aktivitas pegang-pegangan, terus nanti setan akan bilang"Ah...jangan cuma pegang-pegangan kalau pacaran pegang-pegangan mah gak asik lebih lagi dong. Dari pada itu nanti dibelai-belai, dimanja-manja, di sayang-sayang". Dan inilah yang dikatakan dalam al-qur'an" Janganlah dekati zina. "Tapikan kita tidak zina," kata orang yang pacaran. Ingat kita harus hati-hati memegang yang haram berarti kita mendekati zina. Lihatlah bahwa di dalam Al-qur'an saja dilarang, dan ingat janganlah kita meminta izin kepada kedua orang tua kita untuk pacaran, sama Allah saja tidak mengizinkan. Kenapa Allah tidak mengizinkan pacaran?

Sebagaimana disabdakan Rosullah Saw"Allah itu maha pencemburu, siapa saja yang paling pencemburu Allah, bagaimana Allah bisa cemburu? kenapa Allah bisa cemburu? ketika seseorang melakukan hal-hal yang dibenci oleh Allah salah satunya ialah dekat-dekatan, pegang-pegangan, akrab-akraban, sayang-sayangan sama orang yang bukan mahrom"

Pacaran bukanlah istilah yang ada dalam khazanah islam. Memang tidak ada dalil bahkan tidak ditemukan secara spesifik tentang larangan pacaran begitu juga dengan kitab karangan para ulama dulu tentang bab pacaran tidak ditemukan, tapi mengapa kita bisa mengatakan islam melarang pacaran, karena dilihat dari realitanya pacaran itu terdapat unsur-unsur yang bisa mendekati zina. Maka tidak heran jika di pondok pesantren sangat melarang keras yang namanya pacaran, bahkan itu merupakan salah satu pelanggaran yang bisa menyebabkan terusir nya seorang santri dari penjara suci yang mulia. Namun pacaran bukan hanya sebuah peraturan pesantren melainkan itu larangan agama. Kemudian di era yang penuh dengan ketidakpastian ini muncul istilah-istilah dengan embel-embel islam. Sebagian pamuda-pamudi yang minim ilmu agamanya, menyangka bahwa hanya zina yang dilarang di dalam Al-qur'an sehingga mereka beranggapan pacaran dengan model pacaran bias, seperti sering berkencan, pegangan tangan, berduaan, pelukan, dan lain sebagainya selama tidak zina sudah Islami tentu saja ini keliru.
     Pacaran Islami sejatinya tidak benar karena Islam tidak pernah mengajarkan pacaran dan tidak ada landasan pacaran Islami dalam syariat. Sebaliknya, ajaran Islami melarang kegiatan-kegiatan yang ada dalam pacaran, atau singkatnya Islam melarang pacaran. Syaikh Sholih Al-fauzan Hafidhahullahu dalam satu ceramahnya pernah mengatakan bahwa"Sesuatu yang dinisbatkan kepada Islam artinya ia diajarkan oleh Islam atau memiliki landasan dari Islam. Nah, apakah pacaran ajaran Islam atau ada landasannya?sudah pasti tidak ada, oleh karena itu marilah jaga diri kita dari godaan kita sampai kita benar-benar mengikutinya. Dan jika ada seseorang yang mengatakan  atau mengajak kita pacaran maka katakan "No couple before akad." Pacaran No, nikah yes.

# Ust ma'ruf adalah salah satu guru di pondok pesantren Al-hidayah Al-hidayah asal Serang banten.

Tidak ada komentar:
Write komentar