Minggu, 21 Januari 2018

Persembahan dari pesantren untuk negri

Oleh : Maemunah
Seiring berjalan nya perkembangan zaman, jika kita mengamati anak zaman sekarang atau (kids zaman now) begitu banyak sebagian dari mereka yang menghiraukan bagaimana cara bangkit dari suatu kegagalan. Nah, pertanyaannya bisa kah kemudian kita bangkitkan kembali?

Pasti lah bisa, karena pembelajaran yang sangat membantu membangkit kan kembali semangat untuk diri kita dan tempat yang paling tepat adalah”pesantren”secara lebih pesifik “pesantren”dapat di maknai sebagai tempat pembelajaran sekaligus tempat pelatihan hidup bagi kalangan anak zaman sekarang,pesantren memiliki butir-butir nilai yang produktif disana pun menyajikan sebuah pendidikan tidak terbang pilih. bahwasan nya seseorang dididik agar memiliki karakter sabar,kuat,adil, dan bermoral. pesantren amaliyah amal ilmiyah akhlaqul karimah, akan tetapi pesantren juga bersifat peduli terhadap politik, sosialisasi, dan kreativitasi.

Subhanallah, setelah di intifikasi ternyata pesantren sangat bermanfaat. maka selanjutnya bagi kita yang telah memutuskan untuk tinggal di pesantren, walaupun sering kali kita merasa terkekang dengan semua rintangannya, seperti halnya kita wajib mengikuti setiap peraturan yang telah ditetapkan pesantren, ya memang begitulah upaya latihan yang akan menjadikan kita sosok pribadi berkualitas unggul.

Atas dari itu, hidup di pesantren tidak usah menangis atau merasa terkekang jalani, nikmati, dan syukuri dengan yakin bahwa suatu saat kita akan sukses, sebab pesantren terngiang-ngiang di telinga kita karena hal-hal positif yang terus dipersembahkannya dengan nuansa berbeda.

Kemudian ambilah pelajaran atau makna semua rintangan dengan ikhlas, belajar dengan sungguh -sungguh, melangkahkan dengan penuh keyakinan! insya allah dengan semua itu kita akan bangkit kembali dari semangat yang telah padam, hingga akhirnya cita-cita kita akan tercapai, amin!teruslah berkarya sembari jadilah santri yang berprestasi dan persembah kan untuk negeri, semangat!

*Maemunah adalah santriwati kelas IV Muallimin yang berasal dari Karawang. Maemunah juga salah satu Tim Redaksi Qalami*

Tidak ada komentar:
Write komentar