Senin, 22 Januari 2018

LGBT? Haram Bro


Oleh : R Bunga Salsabila

Berbicara tentang LGBT, apakah anda tahu? kisah sejarah qaum nabi Luth. Ya, permasalahan inilah yang sedang marak-maraknya di Indonesia. Lebih menyedihkan lagi sebagian dari mereka adalah umat Islam.


Padahal Allah S.W.T, telah memaparkan larangan melakukan hal bodoh tersebut. Akan tetapi mereka malah melencengkan kepada dalil Allah yang lainnya, yang menjelaskan bahwa cinta itu fitrah. Dengan senono nya mereka berkata bahwa LGBT itu HAM. “Allah itu menciptakan manusia secara berpasang-pasangan, jadi kalau memang pasangan saya sesama jenis, maka itupun sudah takdir,” kata salah seorang yang mengalami kelainan ini.
Perlu kalian ketahui, bahwa mereka sangat salah dalam menanggapi dalil Allah yang menciptakan manusia secara berpasangan. Karena sesungguhnya dalil Allah itu menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia secara berpasangan dengan lawan jenis. seperti dalam (Qs. Alhujrat (49):13)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” [QS. Al Hujuraat (49):13]

Sebagai umat Islam, pastilah kita sangat merasa terpukul dengan kejadian yang menimpa saudara-saudara muslim kita. yang dimana mereka berdebat tanpa dasar ilmu agama yang sesunggahnya debat ini dilarang oleh Allah. dengan lebih parahnya lagi, mereka menentang larangan yang benar-benar sudah terbukti ke larangan nya. bahkan sudah terbukti juga siksaan bagaimana yang akan menimpa pada orang-orang yang melakukan hal itu.

Kaum Nabi Luth melakukan berbagai kejahatan yang tidak biasa dilakukan oleh penjahat mana pun. Mereka merampok dan berkhianat kepada sesama teman serta berwasiat dalam kemungkaran. Bahkan catatan kejahatan mereka ditambah dengan kejahatan baru yang belum pernah terjadi di muka bumi. Mereka memadamkan potensi kemanusiaan mereka dan daya kreatifitas yang ada dalam diri mereka. Yaitu kejahatan yang belum pernah dilakukan seseorang pun sebelum mereka di mana mereka berhubungan seks dengan sesama kaum pria (homo seks).

Allah SWT berfirman:
"Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan mendatangi wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak dapat mengetahui (akibat perbuatanmu)." (QS. an-Naml: 54-55)

Nabi Luth menyampaikan dakwah kepada mereka dengan penuh ketulusan dan kejujuran, namun apa gerangan jawaban dari kaumnya:"Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: 'Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwah kan dirinya) bersih.'" (QS. an-Naml: 56)

Mengapa mereka menjadikan sesuatu yang patut dipuji menjadi sesuatu yang tercela yang kemudian harus diusir dan dikeluarkan. Tampak bahwa jiwa kaum Nabi Luth benar-benar sakit dan mereka justru menganiaya diri mereka sendiri serta bersikap angkuh terhadap kebenaran. Akhirnya, kaum pria cenderung kepada sesama jenis mereka, bukan malah cenderung kepada wanita. Sungguh aneh ketika mereka menganggap kesucian dan kebersihan sebagai kejahatan yang harus di sirna kan. Mereka orang-orang yang sakit yang justru menolak obat dan memeranginya. Tindakan kaum Nabi Luth membuat had beliau bersedih. Mereka melakukan kejahatan secara terang-terangan di tempat-tempat mereka. Ketika mereka melihat seorang asing atau seorang musafir atau seorang tamu yang memasuki kota, maka mereka menangkapnya. Mereka berkata kepada Nabi Luth, "sambutlah tamu-tamu perempuan dan tinggalkanlah untuk kami kaum pria."

Seperti itulah pesan Allah kepada Nabi Luth dan para kaumnya, semoga kita ter lindung dari siksa neraka dan adzab yang pedih.

*R Bunga Salsabila Adalah santriwati kelas IV Muallimin asal Bekasi.
Ia adalah salah satu anggota Redaktur Qolami dan Merupakan salah satu dari kontributor di Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah yang turut membantu dalam penerbitan dan peng-entri-an artikel, berita dan catatan dalam bentuk media digital.*

Tidak ada komentar:
Write komentar