Sabtu, 11 November 2017

Menjadikan Sampah Sebagai Berkah

Ada kisah menarik dari seseorang bernama gamal al-binasaid, dokter magang dirumah sakit saiful anwar malang ini mendapatkan penghargaan HRH the prince of wales yaung Sustainability

Entrepreneurship First Winner 2014, pada jumat 31 januari 2014.
karyana berupa klinik asuransi premi sampah, membawa gamal sampai ke inggris, program yang dijalankannya ini merupakan salah satu program milik indonesia medika. anak dari pasangan Eliza Abdat dan Saleh Arofan Albinsaid ini merupakan CEI dan pendiri indonesia medika. Lalu muncul pertanyaan dalam benak kita, apa itu klinik asuransi sampah?

Klinik asuransi premi sampah adalah sistem asuransi kesehatan mikro berbasis kerakyatan dengan semangat gotong-royong melalui pembayaran premi dengan sampah sebagai sumber pendanaan utama pelayanan pertama masyarakat. Warga cukup menyerahkan sampah nya kepada klinik Asuransi sampah senilai Rp 10.000 rupiah setiap bulan dan bisa menikmati berbagai fasilitas kesehatan. Sampah yang dikumpulkan warga diolah menjadi uang sebagai Dana Sehat dengan metode Takakura dan  daur ulang.

Cerita diatas setidaknya menginspirasi kita semua bahwasanya sesuatu yang menurut kita tidak berharga justru mendatangkan keberkahan solusi bagi lingkungan dan membangun jiwa keperdulian terhadap sesama. Maka melalui sampah kita bisa berbagi, melalui sampah kita bis hidup sehat, melalui sampah kita bisa mengentas kan kesenjangan sosial. Ujungnya sampah tidak lagi menjadi sesuatu yang mengganggu pandangan sehingga kemudian sampah bisa saja menjadi sesuatu yang dicari-cari dan di rindu kan oleh banyak orang.

Bisakah kita membuat asuransi sampah khusus santri?
Tentu saja bisa, kenapa tidak? kita bisa mengadopsi sistem asuransi sampah diatas, yakni mendirikan bank sampah sebagai media transaksi,. Nantinya santri bisa mengumpulkan sampah miliknya sendiri lalu kemudian di nominal kan. Hasil tersebut akan menjadi tabungan pribadi untuk santri tersebut, Hal ini tentu saja sangat potensial mengingat volume sampah setiap harinya terus bertambah seiring bertambahnya santri. Lihat saja tong sampah santri putri sehari selalu penuh, isinya macam-macam. Dari sampah yang bertekstur lembut hingga yang keras, dari basah hingga yang kering, semua bercampur aduk. pemandangan ini mengindikasikan bahwa santri putri cukup konsumtif. Apalagi jika sampah-sampah dari santri putri putra tersebut ditambah dengan sampah dari santri putra. Bisa di pastikan bahwa tempat pembuangan akhir (TPA) kita akan selalu penuh dan berantakan. Banyak hal yang kita dapat lakukan dari asuransi sampah santri. salah satunya adalah membentuk kesadaran mereka akan pentingnya kebersihan, mengangkat jiwa perduli terhadap lingkungan dan pandai mengelola sesuatu yang yang sederhana menjadi sesuatu yang berharga, akan tetapi, bagaimana santri bisa merawat lingkungan sekitar. Lalu apa resiko terbesar jika kita salah mengelola sampah?
sedikit plastik bagi kesehatan dan lingkungan, salah satunya adalah sifat sampah itu sendiri yakni sifat plastik yang susah diuraikan oleh tanah meskipun sudah tertimbun bertahun-tahun. Ketahuilah bahwa plastik baru bisa diuraikan oleh tanah setidaknya setelah tertimbun selama 200 hingga 400 tahun. bahkan ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa sampah plastik bisa terurai dalam waktu 1000 tahun lamanya. Proses lamanya terurai inilah yang mengakibatkan belang plastik yang kemudian mengakibatkan dampak sampah plastik buruk bagi lingkungan, seperti munculnya zat kimia yang dapat mencermati sehingga berkurangnya tingkat manfaat dan kesuburan nya. selain itu dengan plastik juga dapat membunuh sang pengurai tanah. sehingga wajar saja tingkat kesuburan nya yang dimiliki tanah berkurang.


                                                                                                            Reporter: Ust. Zainuddin

Tidak ada komentar:
Write komentar