Senin, 30 Oktober 2017

Janji

Oleh : Liza Aprilliani*

Pergantian tahun sudah berlalu sejak 25 menit yang lalu. Tetapi, kembang api dan petasan belum menunjukan akan mengakhiri pertunjukannya. 2 Tahun yang lalu, Raka pernah berjanji untuk kembali dan duduk bersamaku di lapangan ini. Ingatanku pun terulang kembali ke masa itu.

“Za, Raka janji kok, bakalan balik lagi dan nemuin kamu di setiap hari-hari kamu. Raka bakal balik tepat di  malam pergantian tahun,” ucap Raka lembut.

“Tapi Raka harus janji sama Feza, bakal tetep  jadi sahabat Feza,” ucapku sembari mengacungkan jari kelingking.

Dia tertegun sejenak, kemudian tersenyum dan menautkan kelingkingnya di kelingkingku. Sangat berat sebenarnya melepaskan Raka. Karena, aku dan Raka adalah sahabat kecil. Rumah kami berdekatan, dan orang tua kami pun teman dekat. Aku selalu mengikuti Raka. Tetapi, 2 Tahun lalu Raka mendapatkan beasiswanya ke Turki, dan itu menyebabkan jarak antara aku dan Raka. Aku merasakan aliran hangat yang mengalir dari kelopak mataku. Aku menangis lagi.

“Sampai pergantian tahun ke berapa aku harus menunggu Raka?”

Sentuhan hangat mendarat  lembut di pundakku, aku hafal sentuhan itu. Mama, beliaulah satu-satunya orang yang mengetahui penantianku. Mama selalu mengatakan kepadaku, bahwa Raka di sana baik-baik saja dan akan segera kembali ke Indonesia untuk menepati janjinya. Yaitu menemuikku.

Aku pernah membantah Mama tentang ungkapan yang ia jelaskan tentang kembalinya Raka. Tetapi, Mama malah betanya lagi kepadaku, terhadap perasaanku. Apakah benar perasaanku kepada Raka sebatas kerinduan seorang sahabat, atau bahkan lebih dari itu? Mamah mengajakku pulang. Aku pun menurutinya, sebelum beranjak pergi aku sempat menoleh kembali ke Lapangan. Melihat tempat yang biasa aku duduki bersama Raka. Namun, Tetap Kosong!!!.


Bersambung...


*Liza Aprilliani adalah salah satu santriwati di Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah. Liza merupakan santriwati yang berasal dari Bekasi Utara. Ia aktif di kelompok Qalami yang menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan kemampuan literasi di pesantren di mana ia belajar.

Tidak ada komentar:
Write komentar