Jumat, 11 Agustus 2017

Kesehatan Dalam Pandangan Islam

Islam menaruh perhatian yang besar terhadap dunia kesehatan. Kesehatan merupakan modal utama untuk bekerja, beribadah dan melaksanakan aktivitas lainnya. Ajaran islam yang selalu menekankan agar setiap orang memakan makanan yang baik dan halal menunjukkan apresiasi Islam terhadap kesehatan, sebab makanan merupakan salah satu penentu sehat tidaknya seseorang. Firman Allah SWT : Artinya: “ Wahai sekalian manusia, makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa yang baik-baik yang Kami rezeki kan kepadamu.” (Q.S.Al-Baqarah: 168).

Anjuran Islam untuk bersih juga menunjukkan obsesi Islam untuk mewujudkan kesehatan masyarakat, sebab kebersihan pangkal kesehatan, dan kebersihan dipandang sebagai bagian dari iman. Itu sebabnya ajaran Islam sangat melarang pola hidup yang mengabaikan kebersihan, seperti buang kotoran dan sampah sembarangan, membuang sampah dan limbah di sungai atau sumur yang airnya tidak mengalir dan sejenisnya, dan Islam sangat menekankan Kesucian atau Al-Thaharah, yaitu kebersihan atau kesucian lahir dan batin. Dengan hidup bersih, maka kesehatan akan semakin terjaga, sebab selain bersumber dari perut sendiri, penyakit sering kali berasal dari lingkungan yang kotor. 

Jadi, walaupun seseorang sudah menjaga kesehatannya, resiko sakit masih besar disebabkan faktor eksternal yang di luar kemampuannya menghindari. Termasuk disini karena faktor alam berupa rusaknya ekosistem, populasi di darat, laut dan udara serta pengaruh global yang semakin menurunkan derajat kesehatan penduduk dunia. Karena itu, Islam memberi peringatan antisipatif: jagalah sehat mu sebelum sakit mu, dan jangan abaikan kesehatan, karena kesehatan itu tergolong paling banyak di abaikan orang. Orang baru sadar arti sehat setelah ia merasakan sakit. Kesehatan merupakan salah satu nikmat Allah yang harus kita syukuri, bagi seorang mukmin, kesehatan merupakan rahmat dan nikmat yang tak terhingga nilainya. Setiap ajarannya mengandung nilai-nilai yang Universal dan Transendental.

Dalam Islam kesehatan mendapatkan perhatian yang begitu penting. Karena dengan sehat manusia dapat beraktivitas. Islam memiliki perbedaan yang nyata dengan agama-agama lain di muka bumi ini. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan sang Khaliknya dan alam surga, namun Islam memiliki aturan dan tuntunan yang bersifat komprehensif, harmonis, jelas dan logis. “Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia," demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan dirinya dengan menenggak kan agama islam. Satu-satunya jalan dengan melaksanakan segala perintah dan meninggalkan larangan nya.
Allah berfirman: Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S.Yunus: 57)
Imam al- Syatibhi dalam kitabnya fi ushul Al-Ahkam, mengatakan bahwa tujuan kehadiran agama Islam dalam rangka menjaga agama, jiwa, akal, jasmani, harta dan keturunan. Guna melaksanakan lima tujuan Islam tersebut, maka kesehatan memegang peranan penting. Tanpa adanya kondisi sehat dalam badan, maka berbagai upaya untuk memenuhi kewajiban pokok akan sulit dilaksanakan.

Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa kesehatan merupakan modal pokok dan utama dalam mencapai tujuan agama. Oleh karena itu, Islam memberikan petunjuk yang jelas, utuh, komprehensif, dan integrated tentang cara-cara memelihara kesehatan. Tujuan islam mengajarkan hidup yang bersih dan sehat adalah menciptakan individu dan masyarakat yang sehat jasmani, rohani dan sosial sehingga umat manusia mampu menjadi umat yang pilihan. Dalam Islam dikatakan sehat apabila memenuhi tiga unsur, yaitu kesehatan jasmani, kesehatan rohani dan kesehatan sosial. Kesehatan jasmani merupakan bentuk dari keseimbangan manusia dengan alam.

Kesehatan rohani dimana ada keseimbangan dan hubungan yang baik secara spiritual antara Khalik atau pencipta yang diwujudkan dari aktivitas makhluk dalam memenuhi semua perintah Sang Khalik. Yang terakhir adalah kesehatan sosial, dimana kesehatan yang bersifat psikologis. Dimana ada keharmonisan antara sebuah individu dengan individu lain maupun dengan sistem yang berlaku pada sebuah tatanan masyarakat. Bila ketiga unsur ini terpenuhi maka akan tercipta sebuah keadaan baik fisik, mental, maupun spiritual yang produktif dan sempurna untuk menjalankan aktivitas kemakhlukan. Islam dan seluruh ajarannya, memberikan sebuah pandangan yang tegas mengenai kesehatan.

Kesehatan bukan hanya sebuah anjuran tetapi juga merupakan kewajiban. Semua ibadah-ibadah dalam Islam mengandung ajaran tentang pentingnya menjaga kesehatan. Karena penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sebuah kondisi akan dikatakan sehat bila lingkungan di sekitarnya bersih. Oleh karena itu, Nabi mengatakan “kebersihan sebagian dari pada iman”. Kemudian Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita mengenai kesehatan, tidak sedikit dari ucapannya mengandung unsur medis yang mutakhir. Dari ajaran beliau mengenai perihal orang sakit ialah:
 a. Perintah untuk berobat Kewajiban bagi setiap muslim yang sakit untuk berobat.
 b. Setiap penyakit ada obatnya, seperti:

Karantina penyakit, Nabi bersabda “jauhkanlah dirimu sejauh satu atau dua tombak dari orang yang berpenyakit lepra.
Islam juga mengajarkan prinsip-prinsip dasar dalam penanggulangan berbagai penyakit infeksi yang membahayakan masyarakat. Sabda Nabi yang berbunyi “janganlah engkau masuk ke dalam suatu daerah yang sedang terjangkit wabah, dan bila dirimu berada di dalamnya janganlah pergi meninggalkannya”
Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan upaya proteksi diri (ikhtiar) dari berbagai penyakit infeksi, misalnya dengan imunisasi.

c. Menyembuhkan orang sakit Merupakan suatu keharusan dalam agama. Hal ini mengindikasikan betapa pentingnya kesehatan. Kesehatan merupakan hal yang mutlak dalam menjalani aktivitas kehidupan manusia, bila tubuh manusia dalam keadaan sehat mereka bisa melakukan aktivitas ibadah (hubungan manusia dengan Tuhannya), aktivitas sosial (hubungan manusia dengan manusia), serta aktivitas dunia (hubungan manusia dengan alam). Oleh karena itu, di butuhkan lah sebuah metode untuk menjaga kesehatan manusia, maka Allah memberikan petunjuk melalui perantara Nabi dengan segala aktivitas dan ucapan-ucapan Nabi yang telah dirancang sedemikian rupa untuk bisa diikuti manusiawi secara utuh dan mempunyai sifat yang enternaliabel. Beberapa bentuk kesehatan antara lain:

1. Kesehatan jasmani Manusia adalah makhluk yang selalu ingin memenuhi seluruh kebutuhannya, keinginan manusia yang tidak terbatas kadang membuat manusia menjadi rakus. Makan berlebih, pola hidup yang tidak baik, penggundulan hutan untuk bahan bangunan, eksploitasi laut yang tidak bertanggung jawab, semuanya itu akan membuat keseimbangan alam terganggu. Disadari maupun tidak, manusia merupakan bagian dari alam, badan kesisteman yang berlaku. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kesehatan jasmani berhubungan dengan alam. Nabi pernah bersabda “sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu”. Kesehatan fisik merupakan keadaan yang sangat penting dalam mendukung aktivitas lainnya. Hal ini di sebabkan karena dalam perintah Allah pada manusia banyak yang berupa aktivitas fisik yang memerlukan kondisi yang prima, seperti shalat, puasa, ibadah haji dan ibadah lainnya. Ajaran islam untuk menjaga kesehatan fisik terlihat dalam beberapa perintah Allah, seperti shalat yang mampu merenggang kan otot. Karena setiap gerakan shalat seperti mempunyai kunci tubuh, sehingga sendi-sendi bisa lentur dan menyehatkan. Wudhu yang menurut penelitian bisa merangsang saraf-saraf pada daerah yang terusap air wudhu, puasa yang menyehatkan, ibadah haji yang merupakan puncak dari ibadah yang membuat tubuh kuat, karena rukun-rukun nya yang melatih kondisi stamina tubuh. Dengan demikian tampaklah jelas ajaran Islam yang sangat mementing kesehatan jasmani dan fisik yang dilakukan dengan cara menjaga kebersihan, olahraga, menjaga asupan makanan. Dan semuanya terintegrasi dalam setiap aktivitas ibadah. Hal ini agar menjadi kebiasaan yang tidak disadari untuk umat Islam dan merupakan bentuk pendidikan dari Allah.

2. Kesehatan rohani Firman Allah : Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram. (Q.S. Al-Ra’d: 28) Menurut Prof Dr. Nasaruddin Umar M.A, Guru besar UIN Syarif hidayatullah Jakarta mengatakan manusia ada tiga unsur, yaitu unsur jasad (jasadiyyah), unsur nyawa, dan unsur ruh yang dalam Al-Qur’an di sebut Khalqan Akhar. Seseorang baru disebut manusia jika memiliki ketiga unsur ini. Hubungan antara makhluk dengan Tuhannya akan berjalan baik bila sang makhluk menaati apa yang diperintahkan Allah, ada kalanya manusia melanggar nilai-nilai keseimbangan antara Khalik-makhluk. Namun selain itu, ada pula ciri-ciri jiwa yang sehat yang dalam Al-Qur’an disebut Qalbun Salim, seperti hati yang selalu bertobat (at-taqwa), hati yang selalu menjaga dari hal-hal keduniaan (al-zuhd), hati yang selalu ada manfaatnya (al-shumi), hati yang selalu butuh pertolongan Allah (al-faqir).

3. Kesehatan sosial Hidup bermasyarakat dalam arti yang seluas-luasnya adalah merupakan salah satu naluri manusia. Menurut Aristoteles menyebutkan manusia adalah Zoon Politicon, yaitu manusia yang selalu membutuhkan kehadiran orang lain. Oleh karena itulah, dalam Islam dikenal istilah Ukhuwah (persaudaraan). Dalam konsep Islam, manusia diikat dalam sebuah persaudaraan yang akan mendatangkan muammalah (saling menguntungkan), hal ini memungkinkan rasa persaudaraan lebih tinggi. Firman Allah : Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al-Hujarat: 13) Ajaran islam tentang perlunya membangun kesehatan masyarakat yang sehat terdapat pada hampir seluruh misi, semuanya dapat terlihat dalam ajaran Islam. Pada zaman Rasulullah SAW, telah ada piagam Madinah. Dalam piagam itu ditegaskan orang harus menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

4. Kesehatan seksual Kehidupan seksual merupakan pokok bahasan yang penting bagi orang muslim, karena sangat berpengaruh bagi kesehatan dan perilaku manusia. Adapun poin-poin nya, yaitu:

  1. menjaga kebersihan dan kesucian organ-organ seksualitas, misalnya bersuci setelah buang air besar dan buang air kecil. 
  2. larangan berhubungan seksual ketika istri sedang haid.
  3. berhubungan badan melalui dubur.
  4. membersihkan alat kelamin setelah berhubungan badan dan setelah datang bulan. 


Beberapa tokoh muslim dalam ilmu kesehatan sebagai berikut:

  1. Hunain Ibnu Ishaq Beliau dilahirkan pada tahun 809 M dan meninggal pada tahun 874 M. Beliau ialah spesialis mata. Hasil karyanya ialah buku-buku yang membicarakan berbagai penyakit. Beliau banyak menerjemahkan buku-buku kedokteran yang berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab.
  2. Abu Bakar Muhammad Ibnu Zakaria Ar Razi Beliau dilahirkan pada tahun 866 M dan meninggal pada tahun 909 M. Buku karangan nya tentang kedokteran dijadikan buku pegangan di Fakultas Kedokteran. Bukunya diberi nama Al Hawi (menyeluruh). Ia yang menemukan penyakit cacar, kemudian membaginya menjadi cacar air (variola) dan cacar merah (rovgella), menemukan terapi tekanan darah tinggi atau hipertensi dan masih banyak lagi penemuannya yang lain.
  3. Ibnu Sina. Beliau dilahirkan di Afsara (asia tengah) pada tahun 980 H/ 1593 M dan meninggal di Isfahan pada tahun 1037 H/1650 M. Bukunya yang sangat terkenal di bidang kedokteran adalah Al Qanun Fi Al Thib, dijadikan buku pedoman kedokteran, baik di Universitas-universitas Eropa maupun Negara Islam.
  4. Abu Mawar Abdul Malik ibnu Abil ‘Ala Ibnu Zuhur Beliau lahir pada tahun 1091 M dan meninggal pada tahun 1162 M. Beliau sebagai dokter spesialis penyakit dalam atau internis.





Peneliti: Annida Fitraya Siregar
Alumni Angkatan V Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah

Tidak ada komentar:
Write komentar