Sabtu, 11 Maret 2017

“Mutiara Ikhlas”


Assalamu’alaikum Wr Wb. 
Bismillah
Ucapan Dan Bismillah merupakan tindakan dari segala hal yang disandarkan kepada Allah SWT; pasti ia baik, benar nan sempurna. Nashrullah (pertolongan Allah), fadhlullah (anugerah Allah), kalamullah (firman Allah), dimana semuanya menunjukkan kebaikan dan kebenaran serta kesempurnaan dalam keduanya. 

Al-qur’an (bacaan yang sempurna) memerintahkan kita untuk berbicara di sertai dengan fakta, pengakuan di landas kan keyakinan serta ucapan terbukti dalam tindakan. Sesuatu menjadi sempurna setelah kesempurnaan itu terpenuhi. "Aku adalah orang pertama yang melaksanakan atas apa yang telah aku ucapkan". Demikianlah sabda Rasulullah SAW kepada para sahabat. 
Kata tanpa fakta hanyalah teoritis, pengakuan tanpa keyakinan hanyalah skeptis, demikian pula ucapan tanpa tindakan, hanyalah pepesan kosong tanpa isi, resonasi gaung mengisi rumah tak berpenghuni. 
Kalimat bismillah di ajarkan kepada kita sejak kecil berkali-kali, sehingga kita hafal dan fasih mengucapkannya. Maknanya pun di ajarkan, hingga akhirnya sedikit atau banyak kita memahami maknanya. Apakah setiap muslim saat ini melaksanakan hal yang sama di lakukan oleh orang tua dan guru kita masa silam? 

Kenyataan menunjukkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah “tidak”. Kendati demikian kita hafal dan memahami maknanya, tetapi masih kehilangan satu hal penting dari bismillah sehingga seperti inilah keadaan kita. 
Sesungguhnya bukanlah hanya menjadikan hafalan serta memahami maknanya, tetapi yang terpenting itu ialah menjadi pelita hati yang menyinari setiap langkah kita. 

Pembaca budiman!  

Perhatikan kalimat bismillah yang kita ucapkan :
bismillah (i) ar-rahman (i) ar-rahim (Dengan/demi Allah sang maha pemberi kasih sang maha penyayang saya mulakan). Kata dengan/demi mengisyaratkan permohonan penyertaan hingga tuntas pihak lain, sekaligs menunjukkan ke faqiran, ketergantungan Anda atas-Nya. “Ini adalah kasih sayang dan anugerah dari Tuhanku...”. Itulah ucapan Ashif Barkhiya, seorang hamba Allah yang di anugerahkan karamah dan ma’unah yang mampu memindahkan singgasana Balqis di Saba’ kehadapan Nabi Sulaiman As sebelum beliau mengedipkan mata.

Selama “Anda masih menjadi Anda”, maka anda yang senantiasa mesti meminta belas kasih dari Sang Pemberi Kasih, dan pertolongan dari Sang Maha Penyayang, maka sadarilah itu! 
Allah SWT berfirman : "Kalianlah yang faqir dan selamanya demikian, maka sadarilah! Dan Akulah Yang Maha Kaya". Bagaimana kesadaran ini di terjemahkan dalam bentuk tingkah laku? Meminta pertolongan berarti usaha anda berbanding lurus dengan apa yang Ia harapkan dari diri anda. 
Mengikuti, mematuhi, menggunakan sesuai dengan sesuai tujuan pemberian dan pelimpahan-Nya. Apakah ketika seorang siswa ketika ujian mengawali dengan menyebut asma-Nya walau ia mearsa mampu karena ia sadar pengetahuan ialah anugerah pemberian dan titipan dari-Nya? Para malaikat pun menegaskan : “Maha Suci Engkau! Tiada pengetahuan bagi kami selain yang Engkau ajarkan kepada kami....” (QS Al-Baqarah [2] : 32). 

Seorang pemancing yakin mendapatkan ikan banyak dengan racikan umpan nya tanpa restu-Nya? Padahal anda tahu siapa yang mengarahkan dan menggerakkan ikan sebetulnya? Seorang pengusaha lidahnya kelu berkata bismillah dan konsekuensi nya, karena ia yakin dengan management dan keuntungan menggunung di pelupuk matanya? Padahal, siapa pengatur dan pemberi keputusan nasib manusia? Seorang guru yang yakin dengan metode pembelajaran nya mampu mencerdaskan anak didik tanpa pertolongan serta restu-Nya? Sejuta sayang jika bismillah tidak di fungsikan semestinya (tanpa bismi rabbik). 
Disinilah kita pentingnya meneladani dan memfungsi kan sunnatullah, beretika, berakhlaq, menjadikan tuntutan ajaran-Nya sebagai Pelita Hati yang menerangi langkah, Pemandu Jiwa agar tidak salah arah. Sehingga perahu cita-cita berlabuh di dermaga harapan. Benar bukan bahwa masih ada yang tercecer dan tertinggal dari bismillah kita???? Perkataan ialah proyeksi/cermin leyakinan, seperti halnya sikap dan tindakan menjadi kalibrasi/ukuran pengetahuan. 

 Jati Sari, 15/03/2017 M 

Tidak ada komentar:
Write komentar