Rabu, 15 Februari 2017

Mengejar Cita-Cita demi menepati Janji


Mengejar cita-cita demi menepati janji

                Cerita ini diambil dari kisah nyata. Yaitu kisah dari anak Jakarta yang menjadi santri, yang bernama Muhammad Fakhry Syarief. Saat masih duduk dikelas 5 SD, fakhry ditanya oleh ayahnya. “Fakhry…” panggil sang ayah. “iya ayah…” jawab fakhry. “Nanti kalo kamu sudah lulus SD, kamu mau sekolah dimana?” Tanya ayah. “Kalo boleh sih fakhry maunya masuk pesantren,yah…” jawab fakhry. “Memangnya kenapa? Kenapa kamu maunya dipesantren?” lanjut ayah. “Soalnya fakhry mau seperti ka’ Fifah dan ka’ Ilham, bisa baca al-qur’an dengan faseh dan lancar, bisa ngomong bahasa arab dan bahasa inggris dengan benar, terus bisa ngajarin orang ngaji, lalu bisa jadi orang sukses” jawab fakhry jelas.
                Anak ke-tiga dari tiga bersaudara ini sangat menginginkan bisa seperti kakak-kakaknya yang menjadi ustadz dan ustdzah. Maka dari itu diya belajar dengan sangat bersungguh-sungguh.
                Pada suatu hari, disaat perpisahan SD. “Fakhry!!!” panggil seseorang teman dari kejauhan. “Iya…” jawab fakhry, ternyata yang memanggil fakhry itu teman wanitanya yaitu Siti. “kenapa ti?” lanjut fakhry. “Eh,besok lo lulus SD,sekolah dimana?” Tanya siti. “Gua masuk pesantren…” jawab fakhry. “Yah…gak asik lo…” keluh siti. “Lah,emang kenapa?” Tanya fakhry dengan penuh heran. “Kaga solid lo fakh…” jawab siti dengan penuh kekecewaan. “nanti kalo lo masuk pesantren, kita gak bisa main bareng lagi dong? Udah gitu emang gak kasian sama temen-temen lo yang disini?” Tanya siti panjang lebar. “Sekarang gini aja. Gua sebenernya gak mau ninggalin kalian semua. Tapi semua ini kan demi kebahagiaan kalian juga” jawab fakhry. “Bahagiainnya dengan cara apa?” Tanya siti lagi. “Dengan cara gua bisa ngebuktiin ke kalian semua kalo gua juga bisa lebih hebat dari kalian semua. Gua mau bisa baca al-qur’an dengan lancer dan faseh, bisa ceramah kaya ustadz-ustadz yang di-TV, bisa ngajarin kalian tentang agama islam yang benar, dengan gitu gua bisa ngajak kalian untuk masuk surga” jawab fakhry dengan panjang lebar dan dengan kesungguhan. “ Yaudah kalo gitu, lo buktiin ke gua kalo lo bisa. Oke…” sambil menjulurkan jari kelingking. “Oke…gua janji” jawab fakhry sambil menjulurkan jari kelingking juga.
                Delapan tahun terlewatkan. Pada saat itu siti dan jesica sedang jalan-jalan disekitar daerah dekat SDnya dahulu, pada saat itu siti melihat spanduk maulid yang terpampang di dekat SDnya dahulu itu. Mereka melihat spanduk itu dengan elspresi kaget dan sedikit tidak percaya. “Eh,jesica!!!” teriak siti. “kenapa sih lo sit? Kayanya kaget banget liat spanduk itu?” Tanya jesica keheranan. “tuh liat dong spanduknya, emang lo gak kenal itu gambar siapa?” jelas siti. “emang itu siapa?” Tanya jesica. “itu kan si fakhry,jes…” jawab siti. “Fakhry mana?” Tanya jesica lagi. “Fakhry temen SD kita, jes…” jawab siti dengan jelas. “Oh…iya iya, gua inget” inget jesica. “Yaudah itu kan acaranya besok malem, gimana kalo besok malem kita dateng?” ajak siti. “Yaudah, ayo…” jesica menyetujui ajakan siti.
                Keesokan malamnya merekapun datang ke acara maulid tersebut, dan saat acara maulid selesai. “Fakhry!! Fakhry!!” panggil siti. Fakhry hanya bisa menoleh ke kanan ke kiri mencari asal suara. Pada saat fakhry sedang ngobrol dengan para asatidz, ada seorang crew datang “Assalamualaikum” ucap crew tersebut. “Waalaikumsalam” jawab para asatidz. “maaf ustadz fakhry saya ganggu antum…” kata crew. “Iya tidak apa-apa. Memang ada apa ya?” Tanya fakhry. “ada yang nyari antum” jawab sang crew itu. “ Siapa?” Tanya fakhry. “Ada 2 akhwat yang katanya kenal dengan antum. Katanya sih, mereka sahabat antum” lanjut sang crew. “Yaudah, ente bilang ajj ke mereka, tunggu saja dibelakang panggung nanti saya akan datang” perintah fakhry. “Iya ustadz akan saya sampaikan” turut sang crew. “Yaudah syukron ya?” ucap fakhry. “iya sama-sama ustadz” jawab crew sambil meninggalkan tempat.
                Pada saat dibelakang panggung, saat siti dan jesica menunggu kedatangan fakhry. “Jes, mana nih si fakhry kok gak nongol-nongol kan gua udah bosen banget nunggunya” dumel siti. “Tenang aja sih sit…nanti juga dateng, sabar aja “ sahut jesica. Tak lama saat siti dan jesica sedang ngobrol-ngobrol, datanglah fakhry. “Eh sit, tuh dia tuh, si fakhry dateng” sahut jesica. “Eh iya iya” sambung siti. “Assalamualaikum…” salam fakhry. “Waalaikumsalam” jawab siti dan jesica dengan serempak. “Ada apa ya? Ada yang bisa saya bantu?” Tanya fakhry selayaknya orang tidak kenal. “Dih…Gak kenal lo sama kami berdua? Gua siti,ini jesica…Masa lo lupa sih sama temen SD lo sendiri” jelas siti. “Oh iya iya gua inget. Masya allah…kalian udah besar juga ya?” kaget fakhry. “Iya dong fakh, udah gede masa kecil mulu, kapan dewasanya” kata jesica. “Gua gak nyangka kalo lo sekarang udah sukses, udah bisa ceramah didepan umum” sambung siti. “iya Alhamdulillah gua udah bisa gapai cita-cita gua, dan gua juga udah nepatin janji gua sama kalian” ucap fakhry. “Iya gua masih inget banget janji lo sewaktu perpisahan SD” sambung jesica. “Oh iya, tadi Nofail,Faqih,Umair, dan Zidan kan kesini juga, mereka sempet ngobrol sama gua tadi” kata fakhry. “Alhamdulillah deh kalo lo masih inget gua…” siti dengan nada bersyukur. “Oh iya…Ngomong-ngomong lo dulu pas MTS kan katanya dipesantren,Pesantren mana tuh?” Tanya jesica. “Oh… Gua pesantren di daerah Bekasi,lebih tepatnya di Jati luhur jati asih, jes…” jelas fakhry. “kalo boleh tau nama pesantrennya apaan?” Tanya jesica lagi. “nama pesantrennya AL-HIDAYAH AL-MUMTAZAH” jawab fakhry dengan penuh kebanggaan. “Oh Thanks ya infonya, oh iya,gua pengen kita ngumpul-ngumpul lagi kaya dulu…” lanjut siti. “Eh gimana kalo kita rayain pertemuan kita dengan ngadain maulid?” potong jesica saat siti berbicara. “Lah…Boleh juga tuh!” kata siti. “tapi ngadainnya dimana? Udah gitu fakhry sibuk gak?” tambah siti. “Insya allah deh, gua usahain gua luangin waktu gua buat sahabat-sahabat gua..” jawab fakhry. “Kalo bisa sih nanti gw ngundang crew lo buat ngurus acara dan tim hadroh lo, fakh…” lanjut jesica. “Siap deh, nanti gua bilang ke crew dan tim hadroh gua buat nyusun acara” jawab fakhry. Obrolan pun berakhir dikarenakan fakhry ingin istirahat, dan pada obrolan sebelumnya pun sudah ditentukan kapan pelaksanaan maulid tersebut dilaksanakan.
                Dua minggu pun berlalu, dimana tepatnya acara maulid yang direncanakan oleh fakhry dan kawan-kawannya berlangsung. Pada saat itu fakhry dan kawan-kawannya sudah berkumpul. Ternyata mereka juga tak kalah dengan fakhry, mereka juga menjadi orang sukses, ada Faqih dan Umair yang menjadi penceramah seperti Fakhry. Siti dan Jesica menjadi guru disekolah yang elite. Firda menjadi kepala sekolah. Nofail menjadi Dokter disalah satu rumah sakit di Jakarta yang terkenal. Zidan menjadi pengusaha pakaian islami. Dan yang terakhir ada Raisya yang menjadi Ustadzah disalah satu pondok pesantren di daerah bogor. Betapa senangnya mereka bisa berkumpul lagi seperti masa-masa SD. Fakhry, Faqih, dan Umair sangat senang bisa mengisi tausiah di maulid tersebut. Sahabat…Kalo di fikir-fikir sih didunia ini siapa sih yang tidak memiliki sahabat, diseluruh dunia ini pasti semua orang memiliki sahabat. Terima Kasih Sahabat, Kalian lah penyemangatku disaat aku terpuruk dan jatuh, kalianlah faktor kesuksesanku. Ada kalanya dimana kamu mendapatkan suatu tekanan yang hebat dari lingkungan. Keadaan tersebut mungkin juga dapat menurunkan semangatmu untuk melakukan apapun. Namun sahabat sejati adalah mereka yang ada untuk selalu mendorong semangatmu saat kamu sedang dalam kondisi terpuruk. Mereka akan selalu membuatmu tersenyum dan menjadikanmu enggan untuk menyerah. Sekali lagi Terima Kasih wahai Sahabat-sahabatku



Created By : Muhammad Ilham Irsyad

Tidak ada komentar:
Write komentar