Minggu, 19 Februari 2017

Biografi ringkas Al-Habib Hasan bin Ja’far bin Umar bin Ja’far Assegaf


Biografi ringkas Al-Habib Hasan bin Ja’far bin Umar bin Ja’far Assegaf

 Al-Habib Hasan bin Ja’far bin Umar bin Ja’far bin Syeckh bin Segaf bin Ahmad bin Abdullah bin Alwi bin Abdullah bin Ahmad bin Abdurrahman bin Ahmad bin Abdurrahman bin Alwi bin Ahmad bin Alwi bin syeckh Abdurrahman Segaf bin Muhammad Maula Dawilaih bin Ali bin Alwi Guyur bin (Al-Faqihil Muqaddam) Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohibul Marbhot bin Ali Gholi Ghosam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-uraidhi bin Ja’far Sodiq bin Muhammad Al-Bagir bin Ali Zainal bin Al-Imam husein Assibit bin Imam Ali KWH bin Fatimah Al-Batul binti Nabi Muhammad SAW. 

Beliau lahir pada tahun 1963 di Kramat Empang Bogor. Guru mengaji beliau di waktu kecil untukl mengenal huruf adalah Syaikh Usman Baraja dan di dalam bahasa arab oleh Syaikh Abdul Qadir Ba’salamah, dalam ilmu nahwu dan shorof oleh Syaikh Ahmad Bafadhol.

 Seperti biasanya di siang hari aktifitas beliau seperti aktifitas anak-anak pada umumnya yaitu belajar di SD, SMP, SMA dan lanjutkan di IAIN Sunan Amppel Malang.

 Beranjak dewasa beliau bersama kakeknya Al-Habib Husein bin Abdullah bin Mukhsin Al Atthas di rumah Habib Keramat Empang Bogor sering menyambut tamu-tamu yang mulia dan mendapatkan Do’a-Do’a dari mereka, di antara tamu tersebut adalah:

 -Al-Habib Abdul Qadir bin ahmad Aseegaf (Jeddah)
 -Al-Habib Muhammad bin Alwi Al-Maliki (Mekkah)
 -Al-Habib hasan bin Abdullah As-syathiri (Tarim)
 -Al-Habib Umar bin Hud Al-Atthas (cipayung,Bogor) 
 -Al-Habib Ahmad bin Muhammad Al-Haddad (Condet,Jakarta)
 -Al-Habib Muhammad bin Ali Al-Habsyi (Kwitang,Jakarta)
 -Al-Habib Abdullah bin Husein Syami Al-Atthas (Jakarta)
 -Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al-Habsyi (Banyuwangi)
 -Al-Habib Idrus Al-Habsyi (Surabaya)
 -Al-Habib Muhammad Anis bin Alwi Al-Habsyi (solo)

 Dan masih banyak lagi para alim ulama yang beliau temui dikala mereka ingin berziarah ke maqam kakek beliau Al-Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Atthas, dikarenakan Do’a-do’a para alim ulama tersebut akhirnya beliau dapat meneruskan belajar ke Pesantren Darul Hadits Al-Faqhiyah, Malang, sebagai Pengasuh dan Pendiri yang Mulia yaitu Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Abdullah bin Ahmad Bil Faqih dan Al-Imam Al-Qutub Abdullah Bin Abdul Qadir Bil faqih beserta putra-putranya selama beberapa tahun, dan meneruskan kepada beberapa guru yang ditemuinya salah satunya adalah:

 -Syaikh Abdullah Abdun
 -Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun
 -Al-Habib Al-Alamah Al-Barakah Abdurrahman bin ahmad Assegaf

 Ilmu dan pengalaman yang dicarinya selama beberapa tahun menjadikan pengenalan yang lebih terhadap diri dan jati dirinya, dikarenakan keberkahan sang guru dan alim ulama.

 Selepas Menuntut ilmu yang beliau cari dari kota malang dan lain-lainnya beliau memutuskan untuk belajar bersama alim ulama yang berada di Jakarta dengan para kiyai-kiyai dan para habaib.

 Selama 1 tahun beliau tidak keluar rumah kecuali untuk berziarah ke maqam kakeknya Al-Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Atthas dan menghabiskan waktunya dikamar untuk bersyukur dan bertafakur kepada Allah SWT guna mengamalkan ilmu yang telah diajarkan oleh guru-guru beliau yang pada akhirnya beliau mendapatkan Bisyarah(petunjuk) untuk mengajarkan ilmu Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW.

 Fitnah, cacian, makian, serta hasud selalu menjadi kawan beliau dari ancaman orang-orang yang belum mendapat kan petunjuk dari AllahSWT dengan hati yang teguh prinsip dan yakin akan kebesaran Allah SWT dan Rasul-rasulnya tidak membuat gentar perjuangan beliau untuk berdakwah, sehingga Allah menghendaki beberapa murid yang mengikuti beliau untuk menggali ilmu kepadanya, dan Allah pun tidak mendiamkan hamba-hambanya yang berdekatan dengan beliau tanpa ujian.

 Cobaan terus berlanjut sampai akhirnya beliau di tinggal oleh Ayahandanya yaitu Al-Habib Ja’far bin Umar Assegaf, kesabaran itulah jawabannya yang akhirnya Allah SWT mengizinkan dari hamba-hambanya yang hanya beberapa orang bertambah menjadi ratusan orang yang belajar menuntut ilmu kepadanya.

 Tahun demi tahun berlalu ujian pun bertambah tetapi karunia Allah SWT selalu di atas kepalanya yang kepada akhirnya Allah SWT menghibur dengan memperbanyak para hamba-hambanya untuk mengikutinya dan dinamai perkumpulannya dengan nama “Majelis Nurul Musthofa”.

 Beliau menikahi salah satu cucu putri keturunan Rasulullah SAW yaitu Syarifah Muznah binti Ahmada Al-Haddad(Al-Hawi) dan mempunyai satu orang putri (Ruqayah Hasan Assegaf) dan 6 orang putra (Atthos Abdullah Hasan Assegaf, Ali Uraidy Hasan Assegaf, Abdul Qadir Hasan Assegaf, Segaf Hasan Assegaf, Ja’far Hasyimi Hasan Assegaf, Ahmad Anis Hasyimi Hasan Assegaf) kemudian Allah SWT menghibur beliau dengan mengaruniai satu bidang tanah yang untuk ditempati oleh beliau dan keluarganya serta murid-muridnya sehingga Allah SWT mengizinkan pula kepada beliau untuk berziarah ke luar negeri seperti Yaman, Abu Dabi, Arab Saudi,dll.

 Dengan karunia Allah SWT inilah Majelis Nurul Musthofa yang beliau bina dengan cara mensyiarkan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta mengenalkan pribadi Rasulullah SAW sebagai suri tauladan manusia sehingga dapat merebut hati manusia sebanyak 50.000 orang untuk bersholawat Rasulullah SAW setiap minggunya.

 Majelis yang beliau bina turut pula di do’akan oleh para alim ulama terkemuka pada zaman sekarang ini dan sempat duduk di Majelisnya antaranya adalah: 

 -Al-Habib Muhammad Anis bin Alwi Al-Habsyi 
 -Al-Habib Abdurrahman bin Alwi Assegaf
 -Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Habsyi
 -Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Bil Faqih
 -Al-Habib salim bin Abdullah As-Syathiri

 Serta masih banyak lagi yang lainnya yang tersimpan kedatangan beliau di file Majelis Nurul Musthofa.

 Di dalam Majelis pun di bacakan kitab Annashohidiniyyah karangan Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Hadda dan berbagai kitab lainnya yang dikarang oleh para salaffuna sholihin.

 Semoga dengan sedikit biografi yang ringkas ini Allah selalu menjaga, melindungi syiar islam di seluruh dunia dan menjadikan kita sebagai hamba-hamba Allah yang tidak putus dengan rahmatnya. 

Terima kasih kami kepada umat islam yang telah membantu Majelis Nurul Musthofa.




Created By : Sadam Syahril Romli AL-PGT

Tidak ada komentar:
Write komentar