Jumat, 27 Januari 2017

berbaik sangka

Pada suatu hari ada seseorang pemuda yang diketahui bernama humam kafel yang dimana pada saat itu ia sedang berteduh sambil menyandarkan diri di bawah pohon asem yang sangat rindang dan tinggi,di sebelah pohon itu terdapat sebatang pohon semangka yang berbuah besar sekali. Melihat perbandingan diantara kedua pohon ini kafel berpendapat bahwa perbuatan tuhan yang demikian kurang sesuai,menurut pendapat kafel seharusnya buah semangka yang besar itu sebaik nya di jadikan buah asem karena batang nya yang besar,dan buah asem yang kecil itu jadi buah semangka karena batang nya kecil.(supaya sesuai):pohon yang besar buah nya juga besar pula,dan pohon yang kecil buah nya juga kecil pula. Ia sedang berpikir yang demikian itu,tiba-tiba jatuh lah sebuah asem mengenai hidung nya,ia pun terkejut dan berpikir”sungguh benar sekali tuhan(Allah)itu menjadikan buah asem itu kecil!!jika sekiran nya buah nya besar seperti buah semangka tentu saya akan mendapat celaka besar karena kejatuhan buah tadi, Sejak kejadian itu ia tidak pernah lagi mencela tuhan nya (Allah)

Tidak ada komentar:
Write komentar