Jumat, 20 Januari 2017

Antara cinta dan persahabatan

“Sudah lama diriku memendam rasa cinta padanya, mungkin 2 tahun atau lebih, tapi aku heran, mengapa dirinya tak pernah menyadari itu ?, apa kamu tak faham gerak gerikku saat kita berada dalam kelas ?, apa perlu aku katakan “Aku menyayangi mu”. Sekiranya dirimu tahu, tak mungkin aku mengatakan hal sebodoh itu.” Seperti biasa, aku bangun pagi dan bersiap-siap lebih awal untuk berangkat ke sekolah. Banyak orang mengatakan, bahwa seseorang yang jatuh cinta akan mengalami perubahan yang sangat luar biasa. Kumal, dekil, culun, dan berpakaian tak ber Model adalah ciri khas dari ku. Tak perlu berpakaian yang berkelas dan menarik dapat menarik perhatian GBT.an ku. Aku hanya butuh cintanya yang tulus, bukan kecintaan nya atas ketertarikan pada tampilan ku. Orang tuaku yang berekonomi kurang, juga menjadi alasan, mengapa aku tidak suka memakai pakaian yang begitu mewah. Tak terasa waktu menunjukan pukul 06:20. Sudah waktunya bagiku untuk mengangkat ransel ku dan berpamitan pada orang tuaku. Dengan uang saku yang cukup, akupun berangkat menuju sekolahku menggunakan angkutan umum yang tersebar dilingkungan sekitar rumahku. Udara yang sejuk membuatku terkantuk dalam angkutan umum tersebut. Tak terasa lamanya aku aku didalam angkutan, akhirnya sampai juga di sekolah ku yang nyaman, bersih dan mewah, hingga dapat menarik perhatian para orang tua yang berkecukupan tinggi untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ku. Dari pagi hingga pulang sekolah diriku melawan kantuk, boring dan badmood saat didalam kelas. Namun usaha ku hancur saat aku ,melihat cowo GBT.an ku yang duduknya tak jauh dari mejaku. “OH my god, bagaimana caranya aku bisa belajar, jika situasinya seperti ini?”, kataku dala hati. Situasi yang seperti ini sering kali aku alami, namun lambat aku sadari kalau situasi yang seperti ini mengganggu konsentrasi ku saat belajar. Mau tidak mau aku harus menghadapi rintangan berat seperti ini. Dengan trik jurus andalan ku aku berusaha menaklu kan hati GBT.an ku, memang tidak mudah menaklu kan hati pria se-Keren dia, yang sempurna saja belum tentu bisa, apa lagi wanita seperti aku, yang super duper kurang dalam mengenal fashion. Tak terasa hari sudah petang, dan aku pulang bersama temanku Frisa. Kebiasaan kami memang sudah tidak asing lagi, setelah satu bulan menjadi anak baru disekolah ini. Meskipun saat baru mengenal frisa kami tidak terlalu dekat dengannya, tapi setelah beberapa lama aku sekelas dengannya, aku kenal betul bagaimana sifat frisa. Baru ku tahu, ternyata sore ini orang tuaku pulang sangat lambat dari hari biasan nya, biasanya orang tuaku lebih awal pulang dari aku. Karena tugas mereka begitu banyak, belum lagi jalan raya yang setiap harinya selalu di padati kendaraan lalu lalang, yang menyebabkan kemacetan karna hal itu. Setiap sebelum berangkat kerja, ibuku selalu menyiapkan hidangan makan siang untukku dan adikku. Tapi ketika petang tiba, rumahku berubah jadi kapal pecah akibat ulah kedua adikku yang selalu main tanpa merapihkan nya kembali. Dan mau tidak mau, sebagai anak sulung aku harus merapihkan nya, karena ayah dan ibu sedang tidak dirumah. Satu jam berlalu, dan saat ini rumahku telah rapih kembali, ruangan tamu yang tertata rapih, dan setiap ruangan yang bersih dan wangi membuat hatiku nyaman kembali. Hal itu sengaja aku lakukan, karena aku tak ingin, ketika ibuku pulang, rumah berupa menjadi stasion televisi yang volume nya penuh dengan ocehan ibuku. Gak kebayang harus dimarahi ibuku, yang ditambah lagi kepalaku pening karena memikirkan seorang lelaki yang membuat aku mabuk cinta. Aku menyalakan televisi, sedangkan adikku masih bermain diluar rumah. Tak perduli mereka kapan pulang, yang penting mereka pulang sebelum matahari terbenam dan sebelum ibu pulang mereka sudah bersih dan wangi. Sore berganti malam yang larut, hari pun semakin sunyi hingga mataku tidak kuat menahan rasa kantuk dan lelah, dan tak terasa malam pun kembali menjadi pagi semula… Matahari pun menyorot kan cahayanya ke jendela kamarku, saat itu aku terpaksa haus bangun dari tidur ku karena pancaran sinar nya menyorot mataku. Kemudian karna takut terlambat aku segera bergegas pergi ke sekolah. Seperti biasa aku menggunakan angkutan perkotaan, selang beberapa lama, akhirnya aku sampai di sekolah tercinta. Karna bel masuk sekolah masih setengah jam lagi, aku memutuskan untuk duduk ditaman sambil membaca buku, karena kebetulan ada ujian harian hari ini. Saat aku tengah membeca buku, tiba-tiba frisa dating dan mengaget kan ku “ da, sedang apa???” sambil menepuk pundakku. “kebiasaan deh, selalu bikin jantung gue copot” balasku dengan nada jutek. “ yaelah da,, biasa ajakali jawabnya” balasnya sambil meledekku, “ mending ke-Kelas aja yu sebentar lagi juga bel masuk sekola” Setelah melewati uian harian yang membosankan, ketika bel istirahat berbunyi aku dan frisa menuju kantin untuk membeli makanan yang di butuhkan perut. Tanpa ku sadari rendy lewat di samping ku hingga menyentuh pundak ku, tiba-tiba aku mendengar gossip tentang rendi yang berpacaran dengan vika. Memang ta bisa di bayangkan, vika yang lebih sempurna dibandingkan aku. Betapa terkejutnya aku…, tp harus bagaimana lagi dia lebih mencintai vika dibandinggkan aku. Rasa kecewa, dan putus asa menyelimuti hati ku, aku ta bisa berbuat sesuatu selain menceritakannya pada buku harianku, semua keluh, dan kesah hidupku kutuliskan lengkap di dalamnya. Bel pulang sekolah bordering semua siswa menunjukan ekspresi yg gembira kecuali aku. Waktu bergilir sangat cepat, aku telah sampai kembali di rumah sederhanaku. Rutinitas ku ta pernah ku lewati, semenjak aku mendengar kabar vika dengan rendi yang telah berpacaran , aku sangat larut dalam kesedihan cinta segi tiga, pesan singkat dari frisa telah sampai di ponsel ku. Isinya “ ia mengajak ku pergi makan di restoran mewah, sudah lama frisa tidak mengajak ku makan di restoran mewah. Aku bergegas merapihkan diri ku karna frisa akan menjemputku dengan kendaraan pribadinya. Dan tak lama setelah aku berkemas, vika telah sampai di rumah ku, sungguh kaget betul aku ternyata dia ingin mempertemukanku dengan seseorang. Setelah lama di perjalanan aku sampai juga di restoran, dimana tempat tujuanku dan frisa. Akan tetapi setelah aku duduk dimeja makan dan memesan mkanan, frisa meninggalkanku. Dengan beralasan dia ingin ke toilet. Tidak lama kemudian rendi datang mengagetkan ku. “sudah lama menungguku ?” kata rendy. “mau apa kamu kemari ?” kataku kaget. “tidak, aku hanya ingin mengembalikan ini padamu.” Kata rendi sambil membuka tiap lembar buku harianku. “jangan di baca!” gentakku. “Rida saviera Az-zahra.” Kata rendi. “ mengapa? Kamu tak suka manaku? “ kataku marah. “tidak, aku hanya membaca halaman depannya saja, memangnya aku salah? “ kata rendy. Tak ku hiraukan perkataan rendy yang tak masuk akal dan mengambil buku ku saat aku lalai dalam menaruh buku tersebut. Tiba-tiba kami berdua diam membisu, yang terdengar hanyalah alunan music pop dan sendok yang putar saat aku gugu. “apakah kamu tau, mengapa fisa mengajakmu ketempat ini? Dan saat kamu seperti bidadari yang jatuh dihadapanku.” Kata rendy. Aku tersipu malu saat rendy rendy berkata seperti itu kepadaku. “tidak, aku kira dia akan menjadikanku obat nyamuk seperti biasa” kataku. “dari bukumu aku tau bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan. Dahulu aku juga mengalami hal seperti ini saat aku masih duduk di sekolah dasar. Maafkan aku jika aku tak membalas cintamu, dan mencintai vika teman kelasmu.” Kta rendy dengan jelas. “ tetapi mengapa kamu mengatakan hal seperti ini kepadaku.” Kataku pura-pura tidak paham perkataannya. “iya, dari kemarin aku mengetahui bahwa kamu memiliki rasa 2 tahun silam padaku. Aku bener-benar mengetahui jika kamu mencintaiku hingga saat ini. Mungkin sekaranglah waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya kepadamu.” Kata rendy. “yasudah, jelaskan saja semuanya padaku, aku takan marah jika kamu mencitai orang lain.” Kataku. “ sekarang sudah malam, mari kita pulang. Nanti orang tuamu mencemaskanmu disana.” Kata rendy setelah melihatjam yang tak jauh dari tempat duduk kami.” Jalan raya kota bekasi yang sunyi terpecahkan oleh suara motor rendy yang super keren. Disepanjang jalan aku duduk dengan perasaan yang gugup, hingga aku tak dapat menagih janjinya, tak lama kemudian “Sudah sampai.” Kata rendy. Dengan segera aku turun dari motor rendy. “sekarang waktunya untuk menjelaskan semuanya kepadamu, hubunganku dengan vika bukan seperti yang kau fikirkan. Aku menjadikan vika kekasihku karna aku hanya ingin mengahargai perasaannya saja, tidak lebih dari itu, sejujurnya aku hanya mencintai dewi permata sari, siswi VNC, aku tak tahu bagaimana rasa ini terus berkembang.” Kata rendy yang tiba-tiba memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara “terus bagimana aku tak merah jika itu jujur dari hatimu “ kataku singkat “sudah jangan bersedih! Aku akan selalu ada saat kamu susah , kita akan menjadi sahabat hingga kita dewasa . saat ini dan seterusnya lupakan saja perasaanmu! Kita pelajar yang memiliki cita-cita yang beragam dan setinggi awan .gapailah cita-citamu itu agar orang tuamu bahagia karena kesuksesanmu dari kerja kerasmu .jika masalah menghadang selesaikanlah dengan bijak dan ikutilah kata hatimu, karna hidup ini penuh ritangan yang harus dilalui tanpa balas dendam dan kekerasan “kata rendy yang tiba-tiba memelukku seakan-akan dia paham akan perasaanku saat ini. Begitulah pesan yang diucapkan saat aku ingin memasuki rumahku , selepas itu dia pergi menjauh dariku perlahan lahan seperti tak kuasa melihatku dalam kesedihan yang sangat pilu.


karya : Ammatullah fauziah & R bunga salsabila

Tidak ada komentar:
Write komentar