Jumat, 17 Juni 2016

Review: Kutinggalkan Dia Karena DIA

“Musik adalah nafas. Aku adalah kata-kata”.
Alia Rahman As-Saidah adalah santriwati kelas VI Muallimin angkatan ke-4 Pondok Pesantren ATAZ kelahiran Bekasi Utara tanggal 19 Maret 1998. Seorang anak dari pasangan Sa’id Purwadiarja & Hj. Aminah, dan anak sulung dari 3 bersaudara. Dia termasuk sosok anti pacaran, hehe. Membaca dan bermain game adalah sebagian hobi yang disukainya.
Kutinggalkan dia karena Dia adalah referensi perdananya yang dipersembahkan untuk guru komputernya yang telah membimbing dia selama pelajaran Niha’ie (terimakasih kak Fannil), dan dipersembahkan khusus untuk Pondok Pesantren ATAZ.
“Kutinggalkan dia karena Dia”
Kumpulan dari beberapa kisah yang disatukan menjadi sebuah novel ini, menceritakan beberapa kisah remaja muslim yang tersesat namun pada akhirnya dapat menemukan jalan cinta sejatinya yang hakiki. Halaman pertama dari novel ini, memuat sebuah syair mahsyur inspiratif karya Ali bin Abi Thalib, “cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya saja, karena boleh menjadi ia akan berbalik menjadi orang yang kamu benci, dan bencilah pada orang sekadarnya saja, karena boleh jadi ia akan menjadi orang yang paling kamu cintai”.
Banyak dari remaja muslim yang salah dalam memaknai cinta. Sepanjang zaman, manusia tak pernah lelah memaknai cinta. Begitu banyak rasa, tawa, air mata, dan dilemma karena cinta. Tidak hanya itu, novel ini juga memaparkan tentang seorang peneliti dari Research of National Anatomy University of Mexico, mengungkakan hasil riset yang membuat orang geleng-geleng kepala. Menurutnya, sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh. Penyebabnya, bukan hanya factor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia dalam otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah terkilas.
Rasa cinta yang menggila-gila pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun! Selebihnya, cinta itu akan hilang. Yang tertinggal hanyalah dorongan seks dan bukan cinta yang murni lagi. Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta. Hal ini disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak yang berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oksitosin, norepinefrin, yang membuat seseorang merasa bahagia dan gembira. Namun, seiring berjalannya masa dan dinamika kehidupan yang naik turun, dengan sendirinya hormon-hormon tersebut akan turun.
Novel dengan judul “Kutinggalkan dia karena Dia” ini juga tidak hanya memuat beberapa kisah cinta remaja muslim, tapi juga membuat beberapa kisah cinta para sahabat Rasulullah di zamannya. Dengan gaya bahasa yang luwes dalam menceritakan tiap-tiap kisah cinta, novel ini juga menyelipkan beberapa syair-syair indah para sahabat tentang cinta dan kata-kata motivasi untuk para remaja Islam pandai memanage cinta, bukan termanage oleh cinta.
“Adalah suatu kebiasaan yang terlarang dalam Islam, namun telah mengakar dalam masyarakat. Akibatnya, kebiasaan itu menjadi perkara yang lumrah, wajar dan tidak perlu dipermasalahkan. Kebiasaan tersebut adalah pacaran”. Tulisan ini tercetak tebal dan besar pada halaman cantik berwarna hijau dengan judul “Untukmu jomblowan dan jomblowati”.
Novel ini juga memuat beberapa nasihat cinta yang dan juga inspiratif, lengkap dengan dalil Al-Qur’an sebagai penguat. “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalan” (Al-Isra’:32). Kaum remaja sekarang sudah sangat akrab dengan istilah pacaran, sampai-sampai terdengar aneh saat seseorang menikah tanpa diawali dengan pacaran. Masya Allah... Duh, jangan terpengaruh sama fenomena pacaran yang bertebaran ya? Sudah tau dalilnya kan? Kalian yang jomblo karena Allah, sesungguhnya tengah mencapai derajat yang mulia. Islam memberi petunjuk untuk menjadi seorang jomblo mulia. Barang siapa yang berpegang teguh pada-Nya, maka Allah menghindarkannya dari dosa. Dan sudah pasti, surga menanti di akhirat sana. Petunjuk tersebut adalah :
• Setiap muslim harus menjaga pandangan matanya dari melihat lawan jenis secara bebas.
• Setiap muslim harus menjaga auratnya dengan cara berbusana syar’i, terutama bagi muslimah.
• Jauhkan diri dari kata-kata yang dapat menimbulkan percik maksiat.
• Jauhkan diri dari segala hal yang mendekatkan diri pada zina.
• Hindarilah sentuhan kulit dengan lawanjenis, termasuk berjabat tangan.
• Jauhkan diri dari ikhtilat/berbaurnya laki-laki dan wanita dalam satu tempat.
Menjaga kemaluan bukan hal yang mudah untuk saat ini. Melihat banyaknya pergaulan dan seks bebas yang melanda banyak kaum remaja. Dengan mempertahankan diri sebagai jomblo mulia, Insya Allah generasi muda akan terhindar dari perzinaan. Tidak ada pilihan untuk pacaran dalam Islam. Padamkan atau halalkan!
Alhamdulillah telah selesai karya referensi perdana saya yang Insya Allah akan membawa kita pada jalan yang benar dan di Ridhoi Allah dan akan membawa kita pada suatu tempat yang kita idamkan, yakni “Surga” (aamiin).


 Oleh: Alia Rahmah

Tidak ada komentar:
Write komentar