Kamis, 05 Mei 2016

Review : Desau Angin Maastricht

Assalamu'alaikum
Perkenalkan nama saya Luthfiyah Sungkar biasa di panggil luthfi
syukur al-hamdulillah atas kelancaran yang diberikan-Nya. dalam menyelesaikan referensi ini. walaupun berkali-kali mengalami kesalahan tapi sungguh ini sebuah pembelajaran yang sangat berharga buat saya.
Saya ucapkan terimakasih kepada kak Fannil Abror yang telah membimbing saya dan teman-teman lainnya dalam pembelajaran Komputer selama ini.
Saya akan mereperensikan sebuah novel yang berjudul Desau Angin Maastricht, sebuah novel yang sangat memberikan banyak inspirasi.
Novel ini di karang oleh Diana Hapsari Devita yang diterbitkan oleh Lingkar Pena.
Arin adalah sosok wanita yang sangat baik, cerdas dan bukan hanya itu saja, dia juga sangat mandiri. airin terlabir dari keluarga menengah kebawah. Selama kuliah ia membiayai sendiri. airin mempunyai dua adik perempuan dan seorang ibu yang sangat sabar dan baik.
ayah arin telah meninggal dunia. 
beberapa hari kemudian. ada kabar dari kampusnya bahwasanya arin mendapatkan beasiswa ke belanda untuk melanjutkan gelar S2. 
awalnya hati arin sangat terpukul karena harus meninggalkan 2 orang adiknya dan juga ibunya dalam jangka waktu yang lama. akan tetapi arin berpikir inilah beasiswa yang jarang sekali kesempatan ini datang. arin pun bersiap-siap untuk pergi ke maastricht, sesampainya di sana arin pergi ke guest house. disana arin mendapatkan seorang teman yang baik ia adalah maria.
Saat pertama kalinya arin masuk kuliah, ia terlambat 5 menit karena kunci loker tertinggal di kamar. karena sebab itu arin di omelin / marahin oleh salah satu dosen program master media culture. 
ketika arin duduk sendirian ia terbayant kampus UI. depok beberapa bulan yang lallu, karena di kampus arin mempunyai sahabat yang baik yaitu diana dan juga inggid dan seseorang yang arin cintai yaitu dodi.
akan tetapi arin malu untuk mengungkapkan perasaannya kepada dodi dan sebaliknyapun dengan dodi.
hari-hari arin di maastricht sangat membahagiakan karena banyak sekali pengalamannya diantaranya dimarahin dosen, kemudian memiliki teman yang sangat baik. akan tetapi walaupun arin di maastricht mempunyai teman akan tetapi arin tidak bisa melupakan diana  dan dodi. arin hanya bisa berkomunikasi lewat telepon. setiap hari arin selalu terbayang dengna sosok dodi yang sangat humoris dan juga bijaksana. arin sangat mencintai dodi akan tetapi arin tidak berani mengatakannya.
beberapa bulan kemudian dia mengirim pesan, iainya undangan pernikahan dodi dengan inggid, seketika itupun hati arin terasa terpukul. arin hanya terdiam membayangkan hal itu. 
beberapa hari kemudian ibu arin menelpon arin dan menanyakan kabarnya.
bulan puasa, bulan puasa ia jalani di kota mastrio. banyak sekali pengalamannya, ternyata di kota itu banyak umat muslim padahal di negara itu seperti jauh dari mayoritas umat islam.
beberapa menit kemudian arin terdiam sekian lama karena membaca sebuah email yang datang tak diundang, arin membaca nama si pengirim rasanya sudah membuat jantung arin mau copot.
kemudian arin membacanya ternyata email uang dikirim itu telah membuat isi hati arin sakit. karena dodi mengirimkan surat undangannya pernikahannya dengan anggid. arin hanya memberikan selamat atas pernikahannya walaupun hati arin sangat terpukul.
begitulah perjalanan sosok wanita yang sangat hebat ia mementingkan karirnya tanpa harus memikirkan perasaannya.

Tidak ada komentar:
Write komentar