Rabu, 23 Maret 2016

Review : Perbesar Daya Ungkit

Dengan gambar itu membuat orang-orang menjadi jarang bercita-cita akan menjadi profesor. Gambar diatas memang tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak sepenuhnya benar. Pertama, profesor adalah gelar kepangkatan akademik secara umum. Ada empat gelar akademik yang bisa dirahih seorang dosen (tentu saja lulusan program pascasarjana S2 dan S3). Saat seorang meraih gelar master (S2) dan mengajar di satu universitas, biasanya ia masuk kualifikasi sistem rektor. Begitu seterusnya hingga diperhitungkan dalam kurun 8-10 tahun. 
Sejak pertama lulus S2 seseorang bisa menjadi profesor jika memenuhi berbagai persyaratan yang ada. Saya punya teman seorang profesor yang masih muda, namanya Prof.Dr.Ahmad Khairudin, intelektual muda dari Banjarmasin. Ia mendapat gelar profesor diusia yang masih muda, 38 tahun dan saat ini usianya baru menginjak 39 tahun. Dan bagusnya pemerintah juga cukup memberi perhatian terhadap para profesor atau disebut juga guru besar. 
Cerita diatas sejalan dengan cara pengungkit seperti yang dulu kita pelajari dalam pelajaran IPA. Dalam hidup juga berlaku hukum yang sama. Pertanyaannya, dimana kita bisa menemukan pengungkit ini? Sebenarnya hal-hal yang bisa menjadi pengungkit terdiri dari banyak hal, pertama keterampilan dan pengetahuan. Kedua, buat karya yang spektakuler, semacam master piece, sesuai dengan industri kita. Sekolah atau melalui berbagai pendidikan formal bisa juga sebagai pengungkit. Terakhir, jika kita bisa mengerjakan sendiri, bekerja samalah dengan orang lain. 
Tentu saja tidak mudah membuat pengungkit yang mampu melontarkan kita keatas. Butuh kesabaran, ketekunan, determinasi dan konsistensi yang tinggi.
Kita adalah manusia masa depan 
Apple Inc adalah : akhirnya inovasi dimulai dengan gebrakan yang luar biasa hebat melalui iPad. Apple menjungkirbalikkan dominasi Sony Walkman yang selama bertahun-tahun mendominasi pasar hiburan. Inovasi kedua adalah : saat Apple mengumumkan bahwa mulai tahun 2006, Apple mulai transasi untuk menggunakan prosesor intel dan akan digunakan sepenuhnya pada tahun 2007 untuk komputer mancintosh. Apple dengan mancintosh selama ini cenderung melakukan strategi niche market, dengan membidik kalangan desainer dan industri grafis. Dengan strategi ini, memang menjadikan pengguna Apple satu komunitas eksklusif yang cukup tinggi. Namum strategi ini membuat komputer buatan Apple menajadi terbatas dan terjual hanya pada kalangan tertentu.
Karena itulah dengan membuka diri terhadap sistem operasi Microsoft, Apple membuuka pasar yang jauh lebih wah bahwa komputer buatan di Indonesia. Perkembangan Apple juga cukup menarik. Apple adalah : contoh yang sangat baik bagaimana kita bisa memenangkan persaingan dengan mendikte masa depan, yaitu dengan menciptakan berbagai inovasi produk dan jasa yang membuat orang lain harus mengikuti cara yang kita ciptakan. D’cost adalah : contoh menarik dalam hal industri masa depan. Saat kita memesan makanan, para staff pelayan yang ada di restoran seafood Indonesia yang digaungi oleh anak-anak muda dengan menerapkan teknologi informasi yang kental dalam proses operasional.
Mulai dengan Ide Kreatif
Kertas adalah : bahan yang mudah robek dan jika terkena air langsung rusak, apalagi kalau kertas ini adalah kertas koran yang tipis dan mudah rusak. Awalnya ketiga orang ini mulai dari mengikuti seminar mendayagunakan barang. Barang bekas termasuk koran, dan merekapun mulai mencoba mempintir-pintir koran dan menjadikannya sebagai bahan anyaman. Sandal adalah : salah satu produk yang diminati konsumen. Sandal ini begitu unik karena terbuat dari gulungan kertas. Tidak takut hancur kalai kena air? Awalnya saya juga ragu apakah sandal ini bisa tahan lama. Ternyata setelah dipraktekkan langsung dengan disemprot air, produk ini dipastikan kuat dan tahan air karena ada lapisan luarnya.
Dari anyaman kertas koran bekas tidak hanya menghasilkan sandal tetapi berbagai produk yang menarik lainnya, seperti barang-barang sehari-hari yang bia dipakai untuk beraktivitas dirumah, sekolah maupun kantor juga aksesoris rumah. Selebihnya adalah bahan pelapis dan juga sebagai aksesori agar terlihat menarik. Dengan modal kemitraan semacam ini, dibuang art dapat memproduksi 500.700 tas setiap bulannya. Bukan hanya tas, bisnis daur ulang dikembangkan ke bentuk pigura.
Gantungkan Impian Setinggi Langit
Saya sering ditanya mengapa tukang bakso berkeliling yang sudah bekerja sedemikian keras setiap harinya membanting tulang selama sekian tahun, tidak berhasil meningkatkan dirinya menajadi orang sukses. Kita berharap bahwa kenaikan gaji setiap tahun yang diberikan perusahaan atau lembaga tempat kita bekerja akan memenuhi kebutuhan. Jawabannya salah satu yang membedakan antara tukang bakso keliling atau yang mangkal dipinggir jalan dengan pemilik bakso malang karapitan misalnya adalah : tentang visi dan impian menuju masa depan.
Tanpa adanya impian tidak ada usaha yang serius dari merka agar bias meningkatkan usaha dari sekedar tukang bakso yang lebih besar. Tidak ada arah kemana akan mengembangkan usaha dimasa mendatang. Hal itu berbeda dengan apa yang dilakukan para pengusaha yang lebih sukses. Tidak usah terlalu jauh dengan pemilik bakso yang sudah mewaralabakan bisnisnya.
Tidak puas sampai disitu, pemilik warung bakso ini punya keinginan sederhana agar setiap sudut perumahan ini terdapat bakso yanto. Impian pemilik bakso yanto mengantarkannya bekerja keras mengembangkan usaha agar baksonya berkembang pesat diberbagai tempat. Senada dengan bakso yanto adalah : penjual martabak Bangka yang berada didepan sebuah mini market. Setengah tahun bertahan dan mengembangkan dagangan disatu toko, tiba-tiba sudah menggebrak dengan tiga cabang di mini market lainnya. Saya mendapat pelajaran berharga dari pemilik bakso yanto dn martabak Bangka ini, betapa kita tidak boleh memandang… 

Oleh : Amir Mukhroddin

Tidak ada komentar:
Write komentar